3 Kelompok Ahli Tauhid Berdasarkan Kesempurnaan Tauhidnya

3 Kelompok Ahli Tauhid Berdasarkan Kesempurnaan Tauhidnya

3 Kelompok Ahli Tauhid Berdasarkan Kesempurnaan Tauhidnya

3 Kelompok Ahli Tauhid Berdasarkan Kesempurnaan Tauhidnya – Apa sajakah kelompok yang dimaksud? Simak penjelasannya daalm artikel berikut ini…..

Bismillah…

Puncak keistimewaan yang bisa digapai oleh ahli tauhid adalah masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab. Seperti yang telah disebutkan dalam artikel ini, bahwa ada beberapa kemungkinan para ahli tauhid ketika masuk surga.

Keimanan dan petunjuk (hidayah) yang didapatkan oleh seorang yang bertauhid itu sesuai dengan kesempurnaan tauhidnya. Oleh karena itu, dalam artikel kali ini akan dijelaskan tentang 3 kelompok ahli tauhid berdasarkan kesempurnaan tauhidnya, yakni :

 

#1 : Ahli tauhid yang tauhidnya sempurna sehingga mencapai puncak ketauhidan

Orang seperti ini Allah Ta’ala berikan taufik hingga berhasil membersihkan dirinya dari berbagai hal yang berpotensi merusak tauhid, seperti syirik, bid’ah dan maksiat. Orang yang seperti ini pasti Allah Ta’ala perkenankan untuk masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab.

 

#2 : Ahli tauhid yang amal shalihnya tercampuri dengan sebagian amal jelek.

Kelompok kedua ini dibagi lagi menjadi 3 golongan, yakni :

  • Pelakunya benar-benar telah bertaubat dari dosa dan kemaksiatan yang dilakukannya. Allah Ta’ala menerima taubatnya, kemudian langsung memasukkannya ke dalam surga.

  • Pelakunya belum bertaubat dari dosa besar yang dilakukan, maka Allah Ta’ala menghendaki sebagian di antara mereka untuk diampuni dan dimaafkan, sehingga masuk surga.

  • Pelakunya belum bertaubat dari dosa besar, kemudian dosanya dihisab dan ditimbang dengan amal shalih yang dilakukannya selama hidup di dunia. Ketika didapati timbangan amal shalihnya lebih berat daripada dosanya, maka dia juga akan langsung masuk surga.

 

#3 : Ahli tauhid yang tidak memiliki amal shalih kecuali hanya syahnya tauhid, dan dia memiliki banyak amal jelek.

Kelompok ini dibagi lagi menjadi 2 golongan, yakni :

  • Orang yang timbangan tauhidnya sangat berat dan berbobot sehingga kadarnya mampu mengalahkan seluruh timbangan dosanya, maka dia langsung masuk surga, sebagaimana keterangan dalam hadits tentang bithoqoh.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُصَاحُ بِرَجُلٍ مِنْ أُمَّتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى رُءُوسِ الْخَلاَئِقِ فَيُنْشَرُ لَهُ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ سِجِلاًّ كُلُّ سِجِلٍّ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَلْ تُنْكِرُ مِنْ هَذَا شَيْئًا فَيَقُولُ لاَ يَا رَبِّ فَيَقُولُ أَظَلَمَتْكَ كَتَبَتِى الْحَافِظُونَ ثُمَّ يَقُولُ أَلَكَ عُذْرٌ أَلَكَ حَسَنَةٌ فَيُهَابُ الرَّجُلُ فَيَقُولُ لاَ. فَيَقُولُ بَلَى إِنَّ لَكَ عِنْدَنَا حَسَنَاتٍ وَإِنَّهُ لاَ ظُلْمَ عَلَيْكَ الْيَوْمَ فَتُخْرَجُ لَهُ بِطَاقَةٌ فِيهَا أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ قَالَ فَيَقُولُ يَا رَبِّ مَا هَذِهِ الْبِطَاقَةُ مَعَ هَذِهِ السِّجِلاَّتِ فَيَقُولُ إِنَّكَ لاَ تُظْلَمُ. فَتُوضَعُ السِّجِلاَّتُ فِى كِفَّةٍ وَالْبِطَاقَةُ فِى كِفَّةٍ فَطَاشَتِ السِّجِلاَّتُ وَثَقُلَتِ الْبِطَاقَةُ

“Ada seseorang yang terpilih dari umatku pada hari kiamat dari kebanyakan orang ketika itu, lalu dibentangkan kartu catatan amalnya yang berjumlah 99 kartu. Setiap kartu jika dibentangkan sejauh mata memandang. Kemudian Allah menanyakan padanya, “Apakah engkau mengingkari sedikit pun dari catatanmu ini?” Ia menjawab, “Tidak sama sekali wahai Rabbku.” Allah bertanya lagi, “Apakah yang mencatat hal ini berbuat zholim padamu?” Lalu ditanyakan pula, “Apakah engkau punya uzur atau ada kebaikan di sisimu?” Dipanggillah laki-laki tersebut dan ia berkata, “Tidak.” Allah pun berfirman, “Sesungguhnya ada kebaikanmu yang masih kami catat. Sehingga kamu tidak termasuk orang zalim pada hari ini.” Lantas dikeluarkanlah satu bitoqoh (kartu sakti) yang bertuliskan syahadat ‘laa ilaha ilallah wa anna muhammadan ‘abduhu wa rosulullah’. Lalu ia bertanya, “Apa kartu ini yang bersama dengan catatan-catatanku yang penuh dosa tadi?” Allah berkata padanya, “Sesungguhnya engkau tidaklah zalim.” Lantas diletakkanlah kartu-kartu dosa di salah satu daun timbangan dan kartu ampuh ‘laa ilaha illallah’ di daun timbangan lainnya.Ternyata daun timbangan penuh dosa tersebut terkalahkan dengan beratnya kartu ampuh ‘laa ilaha illalah’ tadi.”

(HR. Ibnu Majah no. 4300, Tirmidzi no. 2639 dan Ahmad 2: 213. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini qowiy yaitu kuat dan perowinya tsoiqoh termasuk perowi kitab shahih selain Ibrahim bin Ishaq Ath Thoqoni. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

 

  • Orang yang tauhidnya lemah sehingga tidak mampu mengalahkan beratnya timbangan dosa-dosa tersebut, maka dia masuk neraka, na’udzubillah. (lihat Fadhlu Tauhid wa Takhfiruhu li Dzunub, hal. 8-9)

 

 

 

“Disarikan dari kitab Mutiara Faidah Kitab Tauhid – Belajar Tauhid secara Sistematis & Mudah yang ditulis oleh Ustadz Abu Isa Abdullah bin Salam hafizhahullahu ta’ala.”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *