5 Hal Yang Harus Dijaga Agar Hidup Bahagia

Sebagai manusia, kita adalah makhluk paling mulia disisi Allah subhanahu wa ta’ala dibandingkan dengan makhluk lainnya.

Allah Ta’ala berfirman,

 

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلاً

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan , Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (Al-Israa’ : 70).

 

Akan tetapi, manusia pun merupakan makhluk yang lemah dan tidak berdaya tanpa adanya pertolongan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Yang apabila kekurangan tersebut tidak diantisipasi dengan baik, maka bisa menjerumuskan kepada kecelakaan dan kerugian dunia dan akhirat. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengantisipasinya adalah dengan mempelajari, mendalami, menghayati, memahami, serta mengamalkan panduan hidup yang sudah Allah subhanahu wa ta’ala persiapkan.

 

Panduan Hidup Untuk Manusia Agar Selamat Dunia Akhirat

Agar manusia bisa berada dalam jalan kebaikan dan keselamatan, maka kita diharuskan untuk mengikuti panduan hidup yang telah Allah subhanahu wa ta’ala persiapkan dan karuniakan, yakni Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalaam.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. (Hadits Shahih Lighairihi, H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Dishahihkan oleh Syaikh Salim al-Hilali di dalam At Ta’zhim wal Minnah fil Intisharis Sunnah, hlm. 12-13).

 

Di dalam 2 perkara tersebut, diterangkan segala hal sebagai pedoman dan panduan kita dalam menjalani kehidupan dunia yang sementara ini, agar bisa selamat dan beruntung di dunia, terlebih di akhirat kelak.

Jika manusia bodoh dan tidak mengenal tentang 2 perkara tersebut, yakni Al-Qur’an dan Sunnah, maka bisa dipastikan kerugian dan kecelakaan yang akan dialaminya, baik di dunia terlebih di akhirat.

Dengan tidak menjadikan 2 perkara tersebut sebagai pedoman hidup, manusia pun tidak akan bisa mengetahui 5 hal yang harus dijaga agar manusia bisa hidup bahagia.

 

5 Kebutuhan Manusia yang Allah Jaga Dengan Syari’at-Nya

Dalam Al-Qur’an dan Sunnah, Allah subhanahu wa ta’ala melalui Rasul-Nya telah menyampaikan aturan syari’at untuk menjaga serta melindungi 5 hal yang menjadi kebutuhan manusia agar bisa hidup bahagia.

5 Hal tersebut adalah :

  • Agama
  • Jiwa
  • Akal
  • Harta
  • Nasab & Menjaga Kehormatan

Dalam muqoddiman kitab Durus Nawaqidul Islam yang di-syarah oleh Syaikh Fauzan al-Fauzan, penjelasan tentang kelima hal ini telah diuraikan secara mendetail.

Dan pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan informasi tersebut kepada antum semua, semoga bisa diambil pelajaran serta faedah tentangnya.

Hal #1 : Agama

Manusia yang menjalani kehidupan tanpa agama akan tersesat sejauh-jauhnya. Oleh karenanya, manusia yang ingin berbahagia di dunia dan akhirat, membutuhkan pemahaman tentang agama serta pengamalannya.

Islam sebagai satu-satunya agama yang benar di sisi Allah subhanahu wa ta’ala, akan menjamin setiap orang yang mengikutinya mendapatkan rahmat dan karunia Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah ta’ala berfirman,

 

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ

“Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19)

 

Jika ada manusia yang mengambil agama selain Islam, maka segala amalannya, kebaikannya, perbuatan mulia yang pernah dilakukan selama di dunia tidak akan memberi manfaat sedikitpun untuk akhiratnya.

Allah ta’ala berfirman,

 

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan barang siapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan pernah diterima darinya dan di akhirat nanti dia akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Ali ‘Imran: 85)

 

Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk mempelajari Islam dan mengambil Islam sebagai agama yang kita anut. Menjalankan syari’atnya, berserah diri pada segala ketentuan yang sudah diterangkan dalam Islam, serta MENJAGA dari berbagai PEMBATAL KEISLAMAN.

 

pembatal keislaman

 

Banyak ulama yang memcurahkan perhatian khusus untuk membahas tentang PEMBATAL KEISLAMAN ini, salah satu buktinya adalah hadirnya kitab matan Nawaqidul Islam yang disusun oleh :

 

لِإِمَامِ الدَّعْوَةِ الشَّيْخِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الوَهَّابِ بْنِ سُلَيْمَانِ التَّمِيمِيِّ

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman at-Tamiimii

 

(Dalam artikel selanjutnya, insyaa Allah akan kami terangkan lebih lanjut penjelasan lengkap tentang kitab Nawaqidul Islam ini)

Jadi, hal yang menjadi kebutuhan manusia yang harus senantiasa dijaga adalah AGAMA. Dan cara menjaganya adalah dengan mempelajari Al-Qur’an dan Sunnah, serta Mempelajari dan Menghindari PEMBATAL-PEMBATAL KEISLAMAN.

 

Hal #2 : Jiwa

Jiwa seorang muslim teramat sangat berharga di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Sebab jiwa ini merupakan kebutuhan manusia agar tetap hidup yang harus senantiasa dijaga.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ.

Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim.[Shahîh. HR an-Nasâ`i (VII/82), dari ‘Abdullah bin ‘Amr. Diriwayatkan juga oleh at-Tirmidzi (no. 1395). Hadits ini dishahîhkan oleh Syaikh al-Albâni dalam Shahîh Sunan an-Nasâ`i dan lihat Ghâyatul- Marâm fî Takhrîj Ahâdîtsil-Halâl wal-Harâm (no. 439).]

 

Allah subhanahu wa ta’ala telah menetapkan syari’at untuk menjaga hal ini, yakni dengan diberlakukannya hukum QISOS sebagai ketentuan syari’at yang harus diikuti.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِصَاصُ فِى ٱلْقَتْلَى ۖ ٱلْحُرُّ بِٱلْحُرِّ وَٱلْعَبْدُ بِٱلْعَبْدِ وَٱلْأُنثَىٰ بِٱلْأُنثَىٰ ۚ فَمَنْ عُفِىَ لَهُۥ مِنْ أَخِيهِ شَىْءٌ فَٱتِّبَاعٌۢ بِٱلْمَعْرُوفِ وَأَدَآءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَٰنٍ ۗ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ ۗ فَمَنِ ٱعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُۥ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.” (Al-Baqarah 2:178)

 

Ketentuan tentang QISOS inilah bentuk penjagaan Allah subhanahu wa ta’ala dalam melindungi keselamatan JIWA dan kelangsungan hidup kaum muslimin. Jika ketentuan ini diikuti, maka terjagalah JIWA. Tapi jika ketentuan ini tidak diikuti, maka kekacauan-lah yang akan terjadi.

 

keselamatan jiwa

 

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

 

وَلَكُمْ فِى ٱلْقِصَاصِ حَيَوٰةٌ يَٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” (Al-Baqarah 2:179)

 

Hal #3 : Akal

Point ketiga yang dibutuhkan manusia dan harus senantiasa dijaga adalah AKAL. Sebab hal inilah yang akan menjadikan manusia tahu mana hal yang benar, dan mana hal yang tidak benar. Dengan akal ini pula manusia bisa mengetahui mana hal yang bermanfaat bagi dirinya, dan mana hal yang sebaliknya. Ketika akal rusak, maka manusia akan terjerumus kepada kecelakaan dan kerugian.

 

keselamatan akal

 

Allah subhanahu wa ta’ala telah menetapkan syari’at untuk menjaga akal, yakni dengan diberlakukannya hukuman cambukan bagi orang yang bermain-main dengan khamr dan hal hal yang bisa merusak akal pikiran.

Sabda Rasulullah SAW :

 

مَنْ شَرِبَ الخَمْرَ فَاجْلِدُوهُ

Orang yang minum khamar maka cambuklah” (HR. Muttafaqun ‘alaih)

 

Hal #4 : Harta

Harta pun merupakan hal yang dibutuhkan manusia dalam kehidupan ini. Tapi harta pun bisa menjadi fitnah yang dalam memalingkan manusia dalam kerugian. Oleh karena itu, Allah subhanahu wa ta’ala telah menjelaskan syari’at yang berkaitan dengan harta secara lengkap.

Allah subhanahu wa ta’ala juga menerapkan syari’at untuk menjaga harta kaum muslimin, dengan adanya hukuman potong tangan untuk orang yang mencuri berdasarkan ketentuan yang dijelaskan lebih lanjut dalam Hadits.

 

keselamatan harta

 

Allah Azza wa Jalla menegaskan:

 

وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِّنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ فَمَن تَابَ مِن بَعْدِ ظُلْمِهِ وَأَصْلَحَ فَإِنَّ اللَّهَ يَتُوبُ عَلَيْهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [al-Mâidah/5:38-39]

 

Hal #5 : Nasab & Menjaga Kehormatan

Hal terakhir yang akan terjaga dengan mengikuti ketentuan dan syari’at Islam dengan benar adalah Nasab (keturunan).

Aturan syari’at yang ditetapkan untuk menjaga hal ini adalah adanya ketentuan tentang Hukum Cambuk untuk orang belum menikah yang melakukan perbuatan zina,

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

 

ٱلزَّانِيَةُ وَٱلزَّانِى فَٱجْلِدُوا۟ كُلَّ وَٰحِدٍ مِّنْهُمَا مِا۟ئَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُم بِهِمَا رَأْفَةٌ فِى دِينِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَآئِفَةٌ مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (An-Nur 24:2)

 

Dan ketentuan tentang Hukum Rajam (dilempar dengan batu) hingga meninggal untuk orang yang sudah menikah dan melakukan perbuatan zina.

 

rajam bagi pezina yang sudah menikah

 

Kedua ketentuan ini diatur oleh syari’at Islam untuk menjaga nasab agar tidak tercampur dan rusak akibat perbuatan zina. Sebagaimana kita ketahui, bahwa zina adalah hal yang sangat merusak garis keturunan nasab! Padahal terjaganya nasab akan menjadi penentu bagi kita untuk menunaikan hukum waris serta mengetahui mana mahrom kita dan mana yang bukan.

Sedangkan untuk menjaga kehormatan, Islam telah menetapkan syari’at hukuman bagi orang yang menuduh wanita baik-baik berzina, tanpa bisa menghadirkan 4 orang saksi yang menguatkan kesaksiannya. yaitu :

  1. Dicambuk sebanyak 80 kali,
  2. Tidak diterima kesaksiannya lagi selama-lamanya,
  3. Dimasukkan dalam golongan orang fasik.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

 

وَٱلَّذِينَ يَرْمُونَ ٱلْمُحْصَنَٰتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوا۟ بِأَرْبَعَةِ شُهَدَآءَ فَٱجْلِدُوهُمْ ثَمَٰنِينَ جَلْدَةً وَلَا تَقْبَلُوا۟ لَهُمْ شَهَٰدَةً أَبَدًا ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An-Nur 24:4)

 

***

Itulah 5 hal yang sangat dibutuhkan manusia yang senantiasa harus dijaga semaksimal mungkin. Dan Islam sebagai syari’at yang paling sempurna, telah memahami hal ini sehingga menetapkan ketentuan, ketetapan, hukuman, dan arahan agar kelima hal yang dibutuhkan manusia ini bisa terjaga dengan baik.

Saat manusia tidak menjalankan ketentuan Islam, maka 5 hal ini tidak akan terjaga, bahkan bisa menyebabkan tatanan kehidupan manusia menjadi rusak. Contohnya :

 

Banyak orang yang mengaku UMAT ISLAM tetapi jauh dari SYARI’AT ISLAM

karena tidak mempelajari tentang “Pembatal-pembatal Keislaman”. Sehingga muncul para tokoh agama yang mengaku Islam, tetapi justru menjerumuskan pada pengikutnya kepada ajaran yang sangat bertentangan dengan Islam.

Apabila dia bertaubat dan kembali pada syari’at Islam, Insyaa Allah dosanya akan diampuni dan dia dimasukkan ke dalam golongan orang yang mendapatkan Rahmat dan Pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala.

Tapi jika dia tetap dalam kesesatannya, maka kerugian dan kecelakaan-lah yang akan dialaminya, di dunia terlebih di akhirat.

Dan apabila pengikutnya hanya TAKLID tanpa ada upaya untuk mempelajari syari’at Islam yang benar, maka kemungkinan yang terjadi bisa sama dengan orang yang diikutinya.

 

Banyak orang yang dengan mudahnya mengambil nyawa orang lain dengan sengaja membunuh

Jika pembunuh tersebut tidak dihukumi dengan syari’at Islam (QISOS), maka banyak jiwa lain yang terancam dengan perbuatan sama yang akan dilakukannya di masa yang akan datang.

Akan tetapi jika pembunuh tersebut dihukumi dengan tegas berdasarkan ketetapan hukum Islam, maka jiwa yang lain akan aman darinya. Dan eksekusi hukuman QISOS ini pun akan menjadi peringatan untuk yang lain agar menghindari dosa besar tersebut.

 

Minuman keras, judi, narkoba, dan berbagai hal yang memabukkan seakan sudah menjadi gaya hidup di masyarakat sekarang.

Jika pembuat, pengedar, penjual, dan pemakai dihukumi sesuai dengan ketetapan Islam, maka gaya hidup yang bertolak belakang dengan syari’at Islam ini bisa dilenyapkan, karena pihak-pihak yang memiliki andil dalam peredaran minuman keras, judi, narkoba dan lainnya ini akan kapok dan ketakutan untuk melakukan perbuatan kejinya.

 

Pencurian, begal, korupsi, dan perampokan

Menjadi pemberitaan yang memuakkan di media massa. Hal ini memang benar adanya, sebab semua tindakan kejahatan tersebut sudah banyak terjadi. Jika pelaku kejahatan tersebut dihukum sesuai dengan Syari’at Islam, yaitu POTONG TANGAN untuk pencuri, maka harta manusia akan lebih terjaga karena para pencuri, perampok, koruptor tersebut tidak memiliki modal lagi untuk melakukan dosa tersebut.

Dan jika pelaku kejahatan tersebut dibiarkan dan tidak dihukumi sesuai dengan syari’at Islam, maka lihatlah kenyataan yang terjadi saat ini.

 

Kebodohan, kurangnya kepedulian dan bimbingan orang tua terhadap anaknya, pergaulan bebas, dan mudahnya akses untuk melihat hal-hal yang memancing syahwat

Menjadi sebab terjadinya banyak perzinahan yang semakin merajalela. Bahkan banyak anak SD yang menjadi korbannya dari perbuatan dosa besar ini. Jika setiap unsur zina dihukumi dengan syari’at Islam, maka orang tua akan lebih menjaga anak-anaknya, maka segala hal bisa memancing syahwat akan dihilangkan, maka pergaulan akan lebih dijaga, karena mereka takut akan akibat buruk yang didapatkannya apabila berzina, yakni dicambuk 100 kali atau dirajam hingga mati.

 

Semua kekacauan, kehidupan yang tidak baik, dan berbagai kesulitan dalam hidup ini terjadi karena Syari’at Islam tidak dijalankan dengan BAIK.

Oleh karena itu, mari kita sama-sama berjuang untuk menjalankan syari’at Islam dalam setiap sendi kehidupan kita, sebab hanya dengan ISLAM-lah kita akan selamat DUNIA & AKHIRAT.

Dan tentu saja, kita baru akan bisa mengamalkan ISLAM dengan baik setelah mengetahui dan memahami ilmunya. Oleh karenanya, mulai langkahkan ikhtiar kita dengan memperbanyak usaha untuk MENUNTUT ILMU dengan menghadiri majelis ilmu yang di dalamnya dibahas tentang Al-Qur’an dan Hadits sesuai dengan pemahaman para salafush shaleh, karena mereka-lah umat terbaik yang Allah subhanahu wa ta’ala abadikan dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 100.

 

وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَٰنٍ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى تَحْتَهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah 9:100)

 

 

***

 

Semoga, kajian yang sederhana ini bisa menjadi jalan atau wasilah turunnya Hidayah dan Taufik Allah subhanahu wa ta’ala kepada kita semua, khususnya para pembaca sekalian.

Jika sntum merasa artikel ini bermanfaat, jangan sampai ilmu ini berakhir di antum saja! Silahkan bagikan artikel ini kepada saudara, teman, kerabat dan keluarga antum, agar mereka semua bisa mengambil faedah dan manfaat dari ilmu yang disampaikan atas izin Allah subhanahu wa ta’ala.

 

 

 

 

(Dijelaskan oleh Ustadz Abu Faqih Rachmat Kurniawan, ST. dalam kajian rutin hari Rabu ba’da Maghrib di Masjid Ash-Shiddiq Bandung)

Untuk mengetahui jadwal lebih lengkap tentang kajian sunnah Bandung yang diselenggarakan oleh Yayasan Imam Malik Bandung dan DKM Masjid Ash-Shiddiq Bandung, silahkan lihat infonya DISINI.

 

============

 

Mari! Sama-sama dukung Dakwah Islam sesuai Manhaj Salaf dengan berpartisipasi sebagai donatur untuk kegiatan operasional Yayasan Imam Malik Bandung.

 

  • Untuk DONASI OPERASIONAL bisa disalurkan ke rekening :
    Bank Syariah Mandiri
    No Rek : 7083299325
    A/N : Yayasan Imam Malik Bandung

 

  • Untuk DONASI WAKAF Pembangunan Sarana Pendidikan bisa disalurkan ke rekening :
    Bank Syariah Mandiri
    No Rek : 7073678848
    A/N : Yayasan Imam Malik Bandung

 

  • Konfirmasi Transfer ke nomor : 0812-2262-0505

 

Silahkan berikan donasi terbaik antum, karena Insyaa Allah hal itu yang akan menjadi bekal dan penolong menolong di akhirat kelak. Berapapun yang antum berikan, Insyaa Allah akan ikut membantu terselenggaranya program dan kegiatan yang dijalankan oleh Yayasan Imam Malik Bandung.

Barokallahu fiikum…

Incoming search terms:

  • aspek penting yang perlu dijaga dalam pernikahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: