5 Syarat Kesempurnaan Taubat Kepada Allah

Manusia adalah makhluk Allah yang tidak bisa lepas dari salah dan lupa! Dimana dengan kekurangan tersebut, manusia cenderung akan berbuat dosa dalam kehidupannya. Akan tetapi, dibalik kekurangan tersebut Allah subhanahu wa ta’ala telah memberikan berbagai keistimewaan serta kelebihan kepada manusia, yakni jaminan ampunan yang Maha Luas untuk siapapun hamba yang bertaubat kepada-Nya.

Keterangan tentang hal ini sudah Allah jelaskan dalam Al-Qur’an :

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).

 

DOSA SYIRIK TIDAK DIAMPUNI

Tapi, tidak semua dosa akan diampuni, karena ada satu dosa yang tidak akan Allah ampuni, yakni DOSA SYIRIK. Jadi, baik dosa besar maupun dosa kecil, dosa yang disengaja maupun tidak disengaja, dengan kehendak Allah semua bisa diampuni, kecuali DOSA SYIRIK.

Hal ini sudah Allah jelaskan juga di dalam Al-Qur’an :

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’: 48).

 

HAL YANG MENYEBABKAN TIDAK DITERIMANYA TAUBAT

Tapi, tidak semua hamba yang bertaubat akan Allah ampuni walaupun dosanya selain SYIRIK. Hal tersebut dikarenakan tidak terpenuhinya syarat taubat.

Oleh karenanya, jika kita ingin bertaubat dan ingin taubat kita diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala, maka kita harus mengetahui tentang syarat syarat yang menjadikan kesempurnaan taubat.

 

5 SYARAT KESEMPURNAAN TAUBAT

Dalam kitab Aqidah Al-Wasithiyyah yang di syarah oleh Syaikh Utsaimin rahimahullah, pemaparan tentang syarat kesempurnaan taubat ini telah dipaparkan dengan cukup jelas. Dan pada kesempatan kali ini, kami ingin membagikan informasi tersebut kepada antum semua, dengan harapan setelah mengetahuinya, kita semua bisa lebih maksimal saat bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla. Aamiin yaa robbal ‘aalamiin.

Syaikh Utsaimin rahimahullah dalam kitab Aqidah Al-Wasithiyyah, beliau menyebutkan 5 syarat kesempurnaan taubat, yaitu :

  1. Ikhlas kepada Allah

  2. Menyesal Atas Maksiat Yang Telah Dilakukan

  3. Meninggalkan Perbuatan Dosa Tersebut

  4. Bertekad Untuk Tidak Mengulangi Kembali Perbuatan Dosa Tersebut

  5. Dilakukan Di Waktu Yang Dikabulkan

Kelima syarat itulah yang menjadikan taubat kita sempurna, sehingga kemungkinan dosa kita akan diampuni oleh Allah subhanahu wa ta’ala akan semakin besar.

Mari kita jelaskan kelima point diatas satu persatu untuk memberikan pemahaman lebih lanjut tentang 5 syarat kesempurnaan taubat diatas.

Syarat #1 : Ikhlas Kepada Allah

Taubat yang dilakukan seorang hamba harus didasarkan atas keikhlasan karena Allah subhanahu wa ta’ala semata. Tanpa mengharapkan pujian atau penghargaan dari makhluk, tanpa mengharapkan kedudukan di dunia, serta terbebas dari berbagai unsur keduniawian.

Syarat #2 : Menyesal Atas Maksiat Yang Dilakukan

Kualitas dari taubat yang dilakukan seorang hamba tergantung kepada syarat kedua ini. Semakin besar penyesalan yang dirasakan atas dosa dan maksiat yang dilakukan, maka kualitas taubatnya semakin baik. Demikian sebaliknya, semakin kecil penyesalan yang dirasakan, maka kualitas taubatnya pun kurang maksimal.

Syarat #3 : Meninggalkan Perbuatan Dosa

Syarat kesempurnaan taubat selanjutnya adalah meninggalkan perbuatan dosa tersebut. Termasuk dalam syarat ini adalah, jika dosa yang dilakukan berhubungan dengan manusia, misalnya terambil hak seseorang, tercorengnya kehormatan seseorang akibat perbuatan dan perkataan kita, serta hal lain yang membuat orang lain merasa tersakiti dan terdzolimi, maka pelaku dosa wajib untuk meminta maaf, mengembalikan hak yang terambil, memulihkan kehormatannya, sehingga orang tersebut merasa ridho dan memaafkan kita.

Syarat #4 : Bertekad Untuk Tidak Mengulangi Perbuatan Dosa Tersebut

Hamba yang bertaubat harus berazam atau bertekad dalam hati untuk tidak mengulangi perbuatan dosa yang ditaubati. Karena tekad ini membuktikan kesungguhan dan keseriusan seorang hamba ketika bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dan hal ini harus tetap ditekadkan hingga akhir hayatnya.

Akan tetapi, jika suatu saat ternyata orang tersebut mengulangi perbuatan dosanya kembali, maka dengan memenuhi syarat ini, dosa yang ditaubati sebelumnya insyaa Allah telah diampuni, dan catatan dosa yang didapat adalah yang diulanginya saja, dan ahsannya untuk segera ditaubati juga.

Syarat #5 : Dilakukan Di Waktu Yang Dikabulkan

Taubat akan dikabulkan jika dilakukan dalam tempo waktu yang sudah ditentukan, yakni sebelum terbitnya matahari dari arah barat, dan sebelum datangnya sakaratul maut.

Berikut adalah beberapa keterangan yang menerangkan tentang syarat kesempurnaan taubat yang kelima ini :

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Hijrah tidak akan terputus selama taubat masih diterima, dan taubat akan tetap diterima hingga matahari terbit dari barat. Jika ia telah terbit (dari barat), maka dikuncilah setiap hati dengan apa yang ada di dalamnya dan dicukupkan bagi manusia amal yang telah dilakukannya.

[Musnad Imam Ahmad (III/133-134, no. 1671) tahqiq Ahmad Syakir, beliau berkata, “Sanadnya shahih.]

Al-Qurthubi berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama ruhnya belum sampai ke kerongkongan.”

[Musnad Imam Ahmad (IX/17-18, no. 6160) tahqiq Ahmad Syakir, beliau berkata, “Sanadnya shahih]

***

Demikianlah penjelasan lengkap tentang 5 syarat kesempurnaan taubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang di syarah oleh Syaikh Utsaimin rahimahullah dari kitab Aqidah Al-Wasithiyyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk penulis pada khususnya, serta untuk kita semua pada umumnya, agar sama sama bisa menjadi hamba Allah yang senantiasa bertaubat secara sempurna dengan harapan Allah Azza wa Jalla mengampuni dosa dosa yang telah kita lakukan, sehingga ketika di Yaumul Hisab, Allah mengkaruniakan rahmat dan ridho-Nya kepada kita. Aamiin yaa robbal aalamiin…

 

 

 

(Dijelaskan oleh : Ustadz Abu Abdillah As-Suhandi pada kajian ba’da shubuh rutin tanggal 09 Agustus 2017 yang dilaksanakan di Mesjid Ash-Shiddiq Bandung)

Incoming search terms:

  • taubat
  • syarat taubat yang 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: