Amalan Yang Mengundang Rahmat Allah #4 : Mendengarkan Al-Qur’an, Menyimak Dan Merenungkannya

Alhamdulillah kita sudah sampai pada pembahasan lanjutan tentang berbagai amalan yang bisa mengundang rahmat Allah subhanahu wa ta’ala, yakni amalan yang ke-4.

Jika antum belum membaca tentang artikel tentang amalan yang mengundang rahmat Allah subhanahu wa ta’ala yang sebelumnya, silahkan baca juga artikel tentangnya dengan mengklik judul dibawah ini :

Amalan Yang Mengundang Rahmat Allah #1

Amalan Yang Mengundang Rahmat Allah #2

Amalan Yang Mengundang Rahmat Allah #3

***

Baik, kita langsung saja uraikan pembahasan amalan yang mengundang rahmat Allah #4 : Mendengarkan Al-Qur’an, Dengan Diam Menyimak dan Merenungkannya.

Walaupun amalan ini terkesan sederhana, akan tetapi manusia sering dibuat lalai olehnya, sehingga lupa dan tidak sadar bahwa amalan ini sebenarnya dapat mengundang rahmat Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala :

 

وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. (Al-A’raf 7:204)

 

Secara khusus Ayat Al-Qur’an ini menjadi menjadi dalil tentang bagaimana seharusnya sikap kita ketika bermakmum saat sholat yang bacaan Al-Fatihah dan surat Al-Qur’annya di jahar-kan (dikeraskan). Yakni dengan diam mendengarkan bacaan imam, kemudian menyimaknya dengan seksama, dan merenungkannya.

Perintah supaya diam dan mendengarkan Al-Qur’an ini lebih ditegaskan pada orang yang mendengarkannya, yakni diam dan mendengarkan dengan seksama ketika shalat yang bacaannya dijaharkan. Jadi, saat imam membaca Al-Qur’an secara jahar, maka makmum diperintahkan supaya diam. Yang dengan keterangan ini, banyak imam yang berpendapat,

“Diamnya seseorang itu lebih utama daripada membaca Al-Fatihah dan selainnya.” (At-Tafsir : hal. 314).

Namun secara umum, Al-‘Allamah as-Sa’di berkata : “Perintah ayat ini berlaku secara umum bagi siapapun yang mendengarkan Kitabullah dibaca, yang dengan ini dia diperintahkan agar diam serta mendengarkannya. Perbedaan diantara inshath (diam) dan istima’ (mendengarkan), yakni bahwa inshath itu makna zhahirnya adalah dengan tidak menyibukkan diri dengan sesuatu yang bisa melalaikan dari mendengarkan bacaan tersebut atau dengan tidak berbicara. Sedangkan istima’ adalah menghadirkan hatinya, memasang pendengarannya, kemudian merenungkan bacaan yang didengarnya. Dan barangsiapa yang menetapi 2 perkara ini, manakala Kitabullah dibaca, maka dia akan mendapatkan ilmu yang melimpah, kebaikan yang banyak, petunjuk yang semakin bertambah, serta peningkatan keimanan yang senantiasa terbaharu dan berkelanjutan.

***

Demikianlah informasi tentang amalan yang mengundang rahmat Allah subhanahu wa ta’ala #4. Semoga dengan mengetahui hal ini, kita bisa lebih bijak lagi ketika mendengarkan bacaan Al-Qur’an, terutama ketika sholat yang bacaannya di jaharkan, serta di keadaan yang selainnya dimana disitu terdapat bacaan Al-Qur’an. Dan mudah-mudahan dengan sebab tersebut, Allah subhanahu wa ta’ala berkenan menurunkan rahmatnya untuk kita semua. Aamiin yaa robbal ‘alamiin.

Barokallahu fiikum…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: