Ketahuilah, Ini Efek Maksiat di Dunia dan di Akhirat (Bagian 3)

Ketiga: Dampak Maksiat terhadap Hamba di Akhirat

Alam ini ada tiga: Alam dunia, alam barzakh, dan alam abadi (qarar).

Dan manusia akan melalui tiga fase, yaitu:

  1. Kubur dan apa saja yang berkaitan dengannya.
  2. Hari Akhir (Hari Kiamat).
  3. Surga dan neraka.

Pembicaraan kita akan fokus tentang ketiga fase ini, (kubur, Hari Kiamat, dan neraka) serta akibat pengaruh maksiat padanya.

 

1). Alam kubur dan akibat pengaruh maksiat terhadap penghuninya

Azab kubur telah tsabit dalam nash-nash yang mutawatir, di antaranya:

Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ ه‍ٰذِهِ الْأُمَّةَ تُبْتَلَى فِيْ قُبُوْرِه‍َا

Sesungguhnya umat ini akan diuji di dalam kuburnya.” HR. Muslim, no. 2867.

Allah Ta’ala berfirman,

ٱلنَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوٓاْ آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

Neraka diperlihatkan kepada mereka pagi dan petang. Dan pada Hari Kiamat, (dikatakan) ‘Masuklah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang paling keras‘.” (Ghafir: 46).

Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu berkata,

مَرَّ النَّبِيُّ ﷺ عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ : إِنَّه‍ُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِى كَبِيْرٍ…

Nabi ﷺ lewat pada dua kubur seraya bersabda, ‘Sesungguhnya keduanya benar-benar disiksa, mereka tidak disiksa karena perkara yang besar…” Muttafaq ‘alaih, (al-Fath, 3/242) dan Muslim, no. 292.

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Madzhab salaf sepakat bahwa orang yang mati jika telah mati akan berada dalam nikmat atau azab…” (Al-Fatawa, 4/284).

 

Azab Bagi Pelaku Maksiat Di Kubur

Dosa-dosa yang pelakunya disiksa di dalam kubur adalah yang berikut ini:

 

a. Adu domba dan tidak menjaga diri dari kencing

Berdasarkan hadits Ibnu Abbas yang telah lewat, dan di dalamnya,

أَمَّاأَحَدُه‍ُمَافَكَانَيَسْعَى بِالنَّمِيْمَةِوَأَمَّاأَحَدُه‍ُمَافَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ…

Adapun salah seorang dari mereka berdua, dahulu dia suka mengadu domba, sedangkan yang lain, maka dia tidak menjaga diri dari air kencingnya…” Muttafaq ‘alaih.

 

b. Orang yang memanjangkan pakaiannya karena sombong

Dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhu, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

بَيْنَمَارَجُلٌ يَجُرُّ إِزَارَهُ مِنَ الْخُيَلَاءِ خُسِفَ بِهِ فَه‍ُوَ يَتَجَلْجَلُ فِي الْأَرْضِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

Ketika seorang laki-laki menjulurkan pakaiannya karena sombong, (tiba-tiba) dia dibenamkan, lalu dia meronta-ronta dan berteriak di dalam bumi hingga Hari Kiamat.” HR. al-Bukhari, no. 5790 (10/258).

 

c. Diantara maksiat yang dengannya pelakunya akan disiksa di dalam kuburnya adalah, apabila ia mewasiatkan keluarganya agar meratapinya jika telah meninggal, atau dia tahu bahwa mereka akan meratapinya tetapi dia tidak melarang mereka.

Dalam ash-Shahihain dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu’anhu secara marfu‘,

مَنْ نِيْخَ عَلَيْهِ يُعَذَّبُ بِمَا نِيْحَ عَلَيْهِ.

Barangsiapa diratapi, maka dia akan diazab dengan ratapan terhadapnya.” (al-Fath, 3/161 dan Muslim, 2/639).

Ibnu al-Mubarak berkata, “Jika dia melarang mereka semasa hidupnya lalu mereka tetap melakukannya setelah wafatnya, maka tidak akan ada siksa atasnya.” (Ahlam al-Jana’iz, hal. 29).

 

d. Diantara maksiat yang mana pelakunya akan diazab dengannya di dalam kubur adalah, menyekutukan Allah, nifak, sengaja tidur dari salat fardhu, dusta, zina, makan riba, mencuri ghanimah (ghulul), dan lainya. Kesemuanya itu telah tsabit dengan hadits-hadits yang shahih.

 

2). Dampak dan hukuman maksiat pada Hari Kiamat

Di antara maksiat yang pelakunya akan disiksa dengannya pada Hari Kiamat:

 

A. Kezhaliman

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ

“Dan janganlah kamu kira bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zhalim. Sesungguhnya Allah sengaja menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata terbelalak.” (Ibrahim: 42)

Oleh sebab itu, Rasulullah ﷺ  telah memotivasi kita agar segera bertaubat dan meminta maaf atas kezhalimannya kepada manusia.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَ خِيْهِ مِنْ عِرْ ضِهِ أَوْشَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُوْنَ دِيْنَرٌ وَلَا دِرْهَمٌ، إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهَ بِقَدِرْ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَا تٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّىَٔاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ.

“Barangsiapa memiliki sebuah kezhaliman pada saudaranya, berupa kehormatannya ataupun sesuatu yang lain, maka hendaklah dia meminta kehalalannya darinya hari ini, sebelum (Hari Kiamat datang) yang mana tidak ada lagi dinar dan dirham; apabila ia memiliki amal shalih, maka akan diambil dari nya sesuai ukuran kezhalimannya, dan jika ia tidak memiliki kebaikan, maka akan diambil dari dosa-dosa rekannya lalu dipikulkan terhadapnya.” HR. al-Bukhari. (Lihat al-Fath, 5/101).

Demikian pula hadits orang yang bangkrut dalam riwayat Muslim, no. 2581.

 

B. Riya’

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu  ia bertutur, aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Orang yang paling pertama kali diputuskan atasnya… Dan beliau menyebutkan, orang yang syahid, yang alim, dan yang bersedekah.”

Sehingga, tidak boleh tidak, mesti ikhlas dalam segenap perbuatan.

 

C. Menggambar

Dalam hadits Aisyah, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الَّذِيْنَ يُشَبِّهُوْنَ بِخَلْقِ اللّٰهِ.

“Sesungguhnya orang yang paling keras siksanya pada Hari Kiamat adalah orang yang membuat sesuatu yang serupa dengan ciptaan Allah.” Muttafaq ‘alaih, (al-Fath, 10/368 dan Muslim, 3/1667).

 

D. Tidak mengeluarkan zakat

Orang yang tidak mau mengeluarkan zakat titik; zakat emas maupun perak, akan dibuatkan untuknya baju-baju besi dari api neraka, lalu dia dipanggang diatasnya dalam Neraka Jahanam, hingga dibakarlah sisinya, keningnya, dan punggungnya. Setiap kali dingin, maka dikembalikan lagi padanya, pada hari yang kadar hitungannya lima puluh ribu tahun. Demikian pula orang yang tidak mau mengeluarkan zakat unta, sapi, dan kambing…
dalam hadits yang riwayatkan oleh Muslim (no. 987) dan lainnya.

 

E. Takabur dan sombong

Dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

لَا يَنْظُرُ اللّٰهُ إلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَا ءَ.

“Allah tidak akan melihat orang yang menjulurkan pakaiannya dalam keadaan sombong.” Muttafaq’alaih (al-Fath, 10/216 dan Muslim, no. 2085).

 

F. Menyebut-nyebut pemberian dan melariskan dagangan dengan sumpah dusta

Dari Abu Dzar radhiyallahu’anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda,

ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُه‍ُمُ اللّٰهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْه‍ِمْ وَلَا يُزَكِّيْه‍ِمْ وَلَه‍ُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ، قَالَ: فَقَرَ أَه‍َا رَسُوْلُ اللّٰهِ ﷺ ثَلَاثَ مِرَارٍ، قَالَ أَبُوْ ذَرٍ: خَابُوْا وَخَسِرُوْا، مَنْ ه‍ُمْ يَا رَسُوْلُ اللّٰهِ؟ قَالَ: اَلْمُسْبِلُ وَالْمَنَّانُ وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ.

“Ada tiga tipe orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada Hari Kiamat, tidak dilihat, dan tidak disucikan, serta mereka mendapatkan azab yang pedih.” Perawi berkata, “Rasulullah ﷺ mengucapkannya tiga kali.” Abu Dzar berkata, “Mereka telah gagal (terhalangi kebaikan), rugilah mereka, siapakah mereka itu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Orang yang isbal, yang menyebut-nyebut pemberian, dan yang melariskan dagangannya dengan sumpah dusta.” HR. Muslim, no. 106 (Syarh an-Nawawi, 2/114).

 

G. Di antaranya durhaka kepada kedua orang tua, laki-laki yang menyerupai perempuan atau sebaliknya, dan dayyuts.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhu, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

ثَلَاثٌ لَا يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَنْظُرُ اللّٰهُ إِلَيْه‍ِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: الْعَقُّ وَالِدَيْهِ وَالْمَرْأَةُ الْمُتَرَ جِّلَةُ الْمُتَشَبِّه‍َةُ بِالرِّجَالِ وَالدَّيُّوْثُ.

“Ada tiga jenis manusia yang tidak masuk surga serta tidak dilihat oleh Allah pada Hari Kiamat; orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki dan dayyuts (laki-laki yang tidak cemburu ketika kehormatan istrinya dirusak).” HR Ahmad dan an-Nasa’i. (Lihat ash-Shahihah, no. 674 dan Shahih al-Jami‘, no. 3066).

 

H. Meratapi Mayit

Dari Abu Malik al-Asy’ari, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda,

اَلنَّا ىِٔحَةُ إذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِه‍َا تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْه‍َا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ.

“Perempuan yang meratapi mayit, jika tidak bertaubat sebelum kematiannya, kelak akan dibangkitkan pada Hari Kiamat dengan mengenakan jubah dari cairan aspal dan pakaian dari kudis.” HR. Muslim, no. 934, (2/644).

Dan maksiat-maksiat lainnya yang pelakunya akan disiksa jika tidak sempat bertaubat kepada Allah serta tidak diampuni oleh Allah dengan rahmatNya.

 

3). Dampak dan akibat maksiat terhadap pelakunya di neraka

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah diri kalian dan juga keluarga kalian dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah pada apa yang diperintahkan kepada mereka serta selalu melaksanakan apa yang mereka diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)

Allah Ta’ala berfirman,

إِذَا رَأَتْهُمْ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ سَمِعُوا لَهَا تَغَيُّظًا وَزَفِيرًا

“Apabila ia (neraka) telah melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar suara geraman dan suara nyalanya.” (Al-Furqan: 12)

Adapun Maksiat-Maksiat yang Pelakunya Akan Disiksa di Neraka, di Antaranya:

Menyekutukan Allah, nifak, memperolok Allah, ayat-ayatNya, RasulNya, dan agamaNya, atau salah satunya.

-Meninggalkan shalat atau melalaikannya.

-Membunuh jiwa Mukmin tanpa hak.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

“Barangsiapa membunuh seorang Mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya, serta Allah murka terhadapnya, melaknatnya, dan menyiapkan azab yang besar untuknya.” (An-Nisa’: 93)

-Makan Riba.

Allah Ta’ala berfirman,

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ

“Orang-orang yang memakan riba kelak tidak akan bangkit melainkan seperti orang yang kerasukan setan.” (Al-Baqarah: 275).

– Berbicara dengan sesuatu yang dimurkai Allah.

Di dalam hadits,

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللّٰهِ لَا يُلْقِيْ لَه‍َا بَالًا يَهْوِيْ بِمَا فِيْ جَه‍َنَّمَ.

“Sesungguhnya seorang hamba akan mengucapkan sebuah kata dari yang dimurkai Allah, yang mana dia tidak memperlihatkan (bahayanya), maka ia masuk ke dalam Jahanam disebabkan nya.” HR. Bukhari (al-Fath, 11/308).

-Perempuan yang banyak melaknat dan mengingkari (nikmat) suami.

Di dalam hadits Ibnu Umar radhiyallahu’anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda,

يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ، تَصَدَّقْنَ وَأَكْثِرْنَ، فَإِنِّيْ رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَه‍ْلِ النَّاسِ لِكَثْرَةِ اللَّعْنِ وَكُفْرِ الْعَشِيْرِ.

“Wahai sekalian perempuan, bersedekahlah dan perbanyaklah, karena aku melihat kalian sebagai penghuni neraka paling banyak, karena banyak melaknat dan mengingkari (nikmat) dari suami.” HR. Muslim, no. 79, (1/86).

Rasulullah ﷺ bersabda,

صِنْفَانِ مِنِ أَه‍ْلِ النَارِ لَمْ أَرَه‍ُمَا: قَوْمٌ مَعَه‍ُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ بَضْرِبُوْنَ بِمَا النَّاسِ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلَاتٌ مَاىِٔلَاتٌ رُءُوْسُه‍ُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَاىِٔلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيْحَه‍َا وَإِنَّ رِيْحَه‍َا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا.

Ada dua kelompok penghuni neraka yang belum aku lihat sama sekali: Sekelompok orang membawa cambuk-cambuk seperti ekor-ekor sapi yang mana mereka memukul manusia dengannya, dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala-kepala mereka condong seperti punuk unta yang condong, mereka tidak masuk surga dan tidak mendapatkan wanginya, padahal wanginya dapat (dicium) semenjak perjalanan sekian dan sekian.” HR. Muslim, no. 2028, 2128, (3/1680).

Dan dosa-dosa lainnya yang dengannya pelaku-pelakunya akan diazab di neraka.

 

Inilah beberapa dampak maksiat terhadap pribadi dan masyarakat di dunia dan akhirat. Maka, kewajiban kita agar bertaubat kepada Allah Azza Wa Jala dari segenap dosa dan maksiat.

Aku memohon kepada Allah, bagi diriku sendiri dan Anda sekalian, semoga diberikan husnul khatimah.

Dan akhir doa kami, “Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.”

Referensi :
1. Ceramah Pilihan Menggugah Jiwa Menyentuh Kalbu (Judul Asli: Dzikrullah — Durus fi ar-Raqa’iq wa az-Zuhd. Penerjemah: Jamaluddin, Lc. Muraja’ah: Tim Pustaka DH), Ibrahim Abdullah Bin Saif Al-Mazru’i, Darul Haq Jakarta, 2013 M

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *