Maksimalkan Amalan-Amalan Ini Untuk Menebus Fitnah

Setiap kita pastilah selalu menginginkan hidup dalam ketenangan dan ketentraman, dan jauh dari fitnah atau masalah-masalah yang menyulitkan. Namun, sebagai hamba-Nya, kita tak pernah terlepas dari ujian dan cobaan.

Bisa jadi, cobaan yang kita alami, bila kita hadapi dengan sabar dan ikhlas, akan menjadi kaffarah (penebus) bagi dosa-dosa kita.

 

AMALAN-AMALAN PENEBUS FITNAH

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa fitnah itu dapat ditebus dengan shalat, puasa, sedekah, menyuruh berbuat kebaikan, dan melarang dari keburukan (Muttafaq Alaih).

 

Shalat

Dengan shalat, seorang hamba bisa “berdialog langsung” dengan Rabb-nya. Bila shalat dilakukan dengan khusyu’, maka rasa kepasrahan seorang hamba terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala akan meningkat, sehingga hatinya pun akan diliputi ketenangan. Ketenangan ini sangat diperlukan saat menghadapi fitnah. Shalat juga membuat kita lebih dekat dengan pertolongan Allah, sebagaimana firman-Nya :

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (Al-Baqarah : 45)

 

Puasa

Dari Mu’adz bin Jabar rodhiyallahu anhu, ia berkata,

“Aku berkata, ‘ Wahai Rasulullah, beritahu aku amal yang akan memasukkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka.’

Beliau shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda, ‘Engkau telah bertanya masalah yang besar. Namun itu adalah perkara yang mudah bagi siapa yang dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Engkau harus menyembah Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan apa pun, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa Ramadhan, dan haji ke Baitullah.’ Kemudian beliau bersabda, ‘Maukah kamu aku tunjukkan pintu-pintu kebajikan? Puasa adalah perisai, sedekah memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api, dan begitu pula shalat seseorang di tengah malam.” (Riwayat At-Tirmidzi)

 

Dengan berpuasa, seseorang akan lebih berusaha agar bisa mengendalikan hawa nafsunya. Ketika sedang diterpa badai fitnah, kemampuan mengendalikan nafsu itu sangat diperlukan, agar seseorang tidak emosional dan menghadapi masalah dengan kemarahan. Sebab, sikap emosional atau kemarahan tidak akan efektif untuk menyelesaikan masalah, bahkan bisa memperparah keadaan.

Secara khusus, puasa juga dianjurkan bagi seorang pemuda yang belum mampu menikah, padahal ia sudah menginginkannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

يا معشر الشباب من اسطاع منكم الباءة فاليتزوج فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء

“Wahai sekalian para pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah, karena menikah dapat lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barang siapa yang belum mampu menikah maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah penjaga baginya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

 

Bila tidak berpuasa, dikhawatirkan ia akan mendekati atau malah terjerumus dalam zina.

 

Sedekah

Dalam hadits di atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam menegaskan bahwa sedekah bisa memadamkan (menghapus) dosa sebagaimana air memadamkan api.

Fitnah atau cobaan yang menimpa kita, bisa jadi diturunkan oleh Allah sebagai peringatan atas dosa atau kemaksiatan yang kita lakukan. Bila kita menyadari hal itu, maka perbanyaklah sedekah. Insya’ Allah dengan rahmat-Nya, fitnah yang menimpa diri akan segera berakhir.

Bila kita tidak memiliki harta atau sesuatu yang bisa disedekahkan, maka ingatlah hadits berikut :

Dari Abu Dzar rodhiyallahu anhu, dia berkata bahwa ada sekelompok sahabat Rasulullah melapor,

 

“Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong pahala. Mereka sholat sebagaimana kami sholat, mereka berpuasa sebagaimana kami puasa, namun mereka dapat bersedekah dengan kelebihan hartanya.”

Beliau shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian apa-apa yang dapat kalian sedekahkan? Sesungguhnya pada setiap tasbih ada sedekah, pada setiap tahmid ada sedekah, dan pada setiap tahlil ada sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah, dan mendatangi istrimu juga sedekah.”

Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah jika seseorang memenuhi kebutuhan syahwatnya itu pun mendatangkan pahala?”

Beliau shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda, “Apa pendapatmu, bila ia menempatkan pada tempat yang haram, bukankah ia berdosa? Demikian pula bila ia menempatkan pada tempat yang halal, ia akan mendapatkan pahala.”

(Riwayat Muslim)

 

Sedekah adalah memberikan kebaikan kepada diri sendiri atau kepada orang lain. Dengan demikian sedekah maknanya luas mencakup seluruh kebaikan, berupa perkataan atau perbuatan.

 

Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Seringkali, fitnah yang kita hadapi menuntut kita agar berani untuk melakukan amar ma’ruf (menyuruh berbuat baik) dan nahi mungkar (melarang berbuat jahat).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

“Wahai segenap manusia, menyerulah kepada yang ma’ruf dan cegahlah dari yang mungkar sebelum kamu berdo’a kepada Allah dan tidak dikabulkan serta sebelum kamu memohon ampunan dan tidak diampuni. Amar ma’ruf tidak mendekatkan ajal. Sesungguhnya para robi Yahudi dan rahib Nasrani ketika mereka meninggalkan amar ma’ruf dan nahi mungkar, dilaknat oleh Allah melalui ucapan nabi-nabi mereka. Mereka juga ditimpa bencana dan malapetaka.” (HR. Ath-Thabrani)

Beliau shallallahu ‘alaihi wasalam juga bersabda,

‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.” (HR. Muslim)

 

Selain bisa dihadapi dengan beberapa amalan di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam juga memerintahkan pada kita agar menghadapi fitnah dengan ketenangan dan kesabaran. Beliau shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

 

“Jangan mendekati fitnah jika sedang membara & jangan menghadapinya bila sedang timbul, bersabarlah bila fitnah datang menimpa”

(HR. ath-Thabrani)

 

Semoga badai fitnah segera berlalu dari kehidupan kita. Aamiin..

 

 

 

(Sumber : Majalah Nikah Vol. 7 No. 3, Juni – Juli 2008)

 

Incoming search terms:

  • cara bertaubat dari memfitnah
  • cara menghapus dosa fitnah
  • menghapus dosa fitnah

2 thoughts on “Maksimalkan Amalan-Amalan Ini Untuk Menebus Fitnah

    • July 2, 2018 at 4:25 am
      Permalink

      Barokallahu fiik saudari..
      semoga Allah ‘Azza wa Jalla selalu memberikan petunjuknya kepada kita semua kaum muslimin…
      teruslah semangat menuntut ilmu Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam dengan cara datang ke majelis ilmu, membaca buku karya Ulama yang teguh mengikuti metode beragamanya para Sahabat, Insya Allah kita akan dapati Islam penuh solusi
      sebagaimana Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,”pangkal segala urusan adalah Islam, tiangnya Shalat, dan puncaknya Jihad”
      tentunya Jihad pun memerlukan ilmu,

      Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam 13 tahun di Mekkah dapat kita teladani sebagai rakyat, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak banyak melawan dan terus berdakwah ‘Laa Ilaha illa Allah”

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: