Pandangan Islam tentang Kontes Putri Indonesia

Bismillah…

Media saat ini sedang dipenuhi dengan euphoria dari perhelatan penuh mudharat yang diselenggarakan di Jakarta kemarin malam tanggal 08 Maret 2019, dimana tempat tersebut menyelenggarakan sebuah kontes dan kompetisi untuk memilih seorang perempuan yang layak mendapatkan gelar Putri Indonesia.

Jika kita berkaca dari kacamata agama Islam, serta mempelajari sedikit saja tentang syari’at Islam, maka betapa banyak maksiat, dosa, dan berbagai mudharat dari acara tersebut.

 

kontes putri indonesia

 

Jika dijabarkan beberapa saja, maka kita akan dapatkan beberapa daftar sebagai berikut :

  1. Terbukanya aurat perempuan dengan sangat jelas,
  2. Para perempuan sengaja melakukan Tabarruj (menampilkan perhiasan yang tidak biasa terlihat) di hadapan banyak orang,
  3. Para perempuan yang dikarunia wajah dan tubuh yang sempurna oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut diminta untuk berlenggak lenggok di atas panggung,
  4. Ada hingar bingar musik yang menyertai perhelatan tersebut,
  5. Laki-laki dan perempuan berada di satu tempat tanpa batas/hijab yang menyebabkan terjadinya “Ikhtilat”,
  6. Dan berbagai penyimpangan lainnya yang membuat orang-orang yang terlibat di dalamnya menjadi lalai dari mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dan betapa mirisnya, semua itu bisa dinikmati dengan leluasa melalui layar kaca di seluruh Indonesia, bahkan dunia.

Tak terhitung berapa banyak dosa yang didapat dari para peserta kontes Putri Indonesia tersebut. Na’udzubillah

 

Tentang Kewajiban Menutup Aurat Bagi Perempuan

Bukanlah Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan para perempuan untuk menutup aurat! Sebagaimana yang difirmankan dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59, yang berbunyi :

 

يَٰٓـأَيـُّهَا ٱلنَّبِيُّ قـُل لـِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنـَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡـمُؤۡمِنِينَ يُدْنِينَ عَلـَيۡهـِنَّ مِن جَلَٰبـِيبـِهـِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنـَىٰٓ أَن يُعۡرَفۡنَ فـَلـَا يُؤذيۡنَ ۗ وَكـَانَ اللهُ غـَفـُورًا رَّحِيمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita (keluarga) orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka (ke seluruh tubuh mereka) jilbab mereka. Hal itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal (sebagai para wanita muslimah yang terhormat dan merdeka) sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

(QS. al-Ahzab ayat: 59)

 

Dalam ayat tersebut sudah jelas sekali bahwa perempuan diwajibkan untuk menutup aurat, dengan cara mengulurkan jilbab mereka, yang menjadi pembeda antara perempuan muslimah yang terhormat dan merdeka dengan perempuan non-muslim yang sebaliknya.

Apabila sebuah perintah sudah diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka hukumnya menjadi WAJIB, yang apabila dikerjakan akan mendapatkan PAHALA, dan apabila tidak dikerjakan akan mendapatkan SIKSA.

Dari satu hal ini saja, sudah banyak sekali dosa yang diancamkan kepada para kandidat Putri Indonesia tersebut. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan hidayah-Nya agar mereka bisa segera bertaubat atas dosa-dosanya.
 

Tentang Pembiaran Kemaksiatan

Sekarang kita beralih pembicaraan dari dosa yang dilakukan oleh para kandidat Putri Indonesia kepada masalah pembiaran yang kita lakukan atas kemaksiatan tersebut.

Jika kita tahu tentang hal tersebut, memiliki kekuasaan untuk merubah kemaksiatan tersebut, namun kita tidak melakukan apa-apa dan hanya membiarkan semuanya terjadi, maka kita pun terancam dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Dari Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu ia berkata

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ لَتَقْرَؤُوْنَ هَذِهِ الآيَةَ :ياأيها الذين آمَنُوْا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لاَ يَضُرُكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ  وَإِنِّيْ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: “إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا الظَّالِمَ فَلَمْ يَأْخُذُوْا عَلَى يَدَيْهِ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللهُ بِعِقَابٍ مِنْهُ (رَوَاهُ أبو داود والترمذي وَغَيْرُهُمَا)

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian benar-benar membaca ayat ini ‘Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk’ (Al-Maidah:105), karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sungguh manusia bila mereka menyaksikan orang zhalim namun tidak menghentikannya, dikhawatirkan Allah akan menjatuhkan hukumanNya pada mereka semua’ “

(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan lainnya)

 

Penulis pun sebenarnya tidak tahu tentang penyelenggaraan acara tersebut, hanya saja ketika membuka informasi di internet hari ini, betapa banyak sekali pemberitaan yang mengupas perhelatan Putri Indonesia tersebut, sehingga ada beberapa informasi yang terserap yang membuat penulis sedikit miris dan ingin melakukan tindakan sebatas kemampuan dengan menyusun artikel ini.

Semoga dengan ikhtiar ini, bisa membuka mata hati umat Islam pada khususnya, serta seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya, agar setidaknya melakukan pengingkaran dalam hati terhadap acara tersebut. Jika memiliki kemampuan dan kekuasaan lebih banyak, diharapkan agar melakukan hal yang lebih maksimal sehingga acara seperti itu tidak terulang kembali.

Dan salah satu upaya agar tidak termasuk pada kategori pembiaran terhadap kemaksiatan, Anda boleh share tulisan ini kepada saudara, teman, keluarga, dan sahabat agar mereka mendapatkan pencerahan yang sama dengan Anda.

 

Tentang Pria yang Menikmati Aurat Perempuan

Tiba saatnya kita bicara dari kacamata pria. Bagaimana hukum Islam mengatur kewajiban pria dalam menjaga pandangannya, serta bagaimana adab yang diperintahkan oleh syari’at Islam apabila melihat aurat.

 

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” (QS. An-Nur [24] : 30).

 

Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

هذا أمر من الله تعالى لعباده المؤمنين أن يغضوا من أبصارهم عما حرم عليهم، فلا ينظروا إلا إلى ما أباح لهم النظر إليه ، وأن يغضوا أبصارهم عن المحارم

Ini adalah perintah dari Allah Ta’ala kepada hamba-hambaNya yang beriman untuk menjaga (menahan) pandangan mereka dari hal-hal yang diharamkan atas mereka. Maka janganlah memandang kecuali memandang kepada hal-hal yang diperbolehkan untuk dipandang. Dan tahanlah pandanganmu dari hal-hal yang diharamkan.” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/41)

 
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyaksikan segala perbuatan hamba-hambaNya, sekalipun dia berada di tempat sepi, menyendiri, tertutup, dan tidak ada satu makhluk pun yang bisa menyaksikan apapun yang diperbuatnya. Tapi semua itu tidak bisa menutupi pandangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Namun Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan udzur syar’i pada pria yang secara tak sengaja melihat aurat perempuan, sebagaimana hadits berikut ini :

Dari Buraidah, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Ali radliyallahu ‘anhu,

 

يَا عَلِيّ ُ! لاَتُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ, فَإِنَّمَا لَكَ الأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الأَخِيْرَةُ
“Wahai Ali janganlah engkau mengikuti pandangan (pertama yang tidak sengaja) dengan pandangan (berikutnya), karena bagi engkau pandangan yang pertama dan tidak boleh bagimu pandangan yang terakhir (pandangan yang kedua)”

 

(HR. Abu Dawud no. 2149 dan At-Tirmidzi no. 2777)

 

Ini adalah kelapangan bagi para pria yang secara tidak sengaja memandang aurat perempuan, namun apabila setelahnya dia melanjutkan untuk memandangnya kembali, maka pandangan tersebut menjadi dosa.

 

Jika pandangan seperti ini saja sudah termasuk dosa, lalu bagaimana halnya dengan dosa yang didapatkan kaum pria yang dengan sengaja dan terus menerus melihat dan menikmati aurat yang dibuka oleh para kandidat putri Indonesia tersebut? Na’udzubillah…

 
 

Tentang Umat Islam yang Turut Mendukung Acara Tersebut

Bukan rahasia umum lagi, bahwasanya tidak sedikit umat Islam di Indonesia yang mendukung terselenggaranya acara tersebut, bahkan sebagian besar perempuan yang menjadi kandidat Putri Indonesia, adalah mereka yang mengaku beragama Islam.

Para peserta tersebut memiliki orang tua, yang tidak sedikit diantara mereka yang mengijinkan dan meridho’i putrinya dalam kontes tersebut, ada juga kakak laki-laki mereka, saudara-saudara mereka, adik-adik mereka, sahabat mereka, dan lain sebagainya.

Jika semua pihak yang disebutkan di atas tidak mengingatkan dan mencegahnya, maka mereka semua terancam oleh hukum pembiaran terhadap kemaksiatan. Namun jika sudah ada upaya untuk mengingatkan dan mencegah, maka dosa yang didapatkan ditanggung oleh dia yang melakukan dosa tersebut.

Lalu bagaimana halnya jika kita hanya bertindak sebagai penonton? Tidak mendukung, tidak mencegah, serta tidak melakukan apa-apa setelahnya?

Ketahuilah, bahwa Anda pun terancam masuk pada kelompok yang mendukung acara tersebut, walaupun tidak ada upaya sedikit pun yang Anda lakukan! Karena suksesnya acara tersebut, terselenggaranya acara tersebut, tidak lepas dari dukungan Anda sebagai penonton.

Coba bayangkan jika acara tersebut sama sekali tidak ada penonton, maka sudah pasti tidak akan ada corporate/perusahaan yang memberikan sponsor biaya karena mereka pasti merugi walaupun produk dan layanannya diiklankan berkali-kali dalam selingan pada acara tersebut. Rating saluran televisi yang menayangkan acara tersebut pun akan anjlok yang menjadikan tayangan tersebut layak disebut gagal.

Namun faktanya, ternyata banyak sekali perusahaan yang menjadi sponsor acara tersebut, dan rating stasiun televisi tersebut sangat tinggi sekali ketika menayangkan acara tersebut. Semua itu tidak lepas dari dukungan dan bantuan Anda sebagai penonton.

Karena itu, penulis sampaikan kepada Anda semua agar segera bertaubat! Dan jangan lagi menjadi pendukung acara tersebut, serta acara-acara lain yang mengandung unsur kemaksiatan.

Karena Allah Ta’ala berfirman :

 

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. ” (QS. Al Maidah: 2).

 

Ayat ini menunjukkan bahwa terlarang saling tolong menolong dalam maksiat.

Dalam hadits juga disebutkan,

 

وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ

Barangsiapa yang memberi petunjuk pada kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa dari perbuatan jelek tersebut dan juga dosa dari orang yang mengamalkannya setelah itu tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun juga.” (HR. Muslim no. 1017).

 

***

 

Semoga tulisan sederhana ini bisa memberikan faidah bagi saya pribadi khususnya, bagi Anda yang membacanya, serta umumnya bagi seluruh umat Islam di Indonesia pada umumnya, agar terbuka mata hatinya, bahwa di zaman yang penuh fitnah ini kita perlu membekali diri dengan ilmu-ilmu tentang agama Islam yang berlandaskan kepada dalil yang shahih yakni Al-Qur’an & As-Sunnah yang difahami oleh para Sahabat, agar terhindar dari berbagai potensi dosa yang dapat menjerumuskan pelakunya kepada kerugian.

Silahkan sebarkan artikel ini agar semakin banyak orang yang membacanya, sehingga menjadi wasilah turunnya hidayah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala serta menjadi petunjuk jalan bagi mereka untuk berjalan menuju kebaikan dunia & akhirat. Aamiin ya robbal ‘alaamin…

 

 

 

Bandung, 09 Maret 2018

(02 Rajab 1440 H)

Hamba Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: