Pentingnya Menjaga Hati Agar Tetap Bersih

Hati adalah Raja…

Segala hal yang dilakukan oleh tubuh dan fisik kita, semua tergantung dan dikendalikan oleh hatinya! Jika hatinya baik, maka amal perbuatannya akan baik. Demikian sebaliknya, jika hatinya jelek, maka amal perbuatannya akan jelek pula.

Hal ini sudah disampaikan dalam sebuah hadits sebagai berikut :

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)

(HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Dalil di atas sangat sesuai dengan kenyataan dan fakta yang ada. Inilah kehebatan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam yang merupakan pesan langsung dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Oleh karena itu, jika kita ingin menjadi orang yang baik. Maka langkah yang harus senantiasa kita upayakan adalah melakukan Tazkiyatun Nufus (Pembersihan Jiwa), yang dengannya insya’ Allah kita akan menjadi manusia pemilik hati yang selamat.

 

Cara Mengobati Penyakit Hati

Mengobati penyakit hati bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan melakukan hal-hal yang sebaliknya.

  • Misal, jika kita merasa sebagai orang bakhil, kikir, dan pelit, maka mulailah untuk melakukan hal-hal yang sebaliknya, yakni dengan menjadi dermawan, muhsinin, membantu dan menolong orang yang kesusahan, serta peka terhadap keperluan dan kebutuhan saudara terdekat.
  • Misal, jika kita senantiasa su’udzon (berburuk sangka), maka mulailah untuk ber-hushudzon (berbaik sangka).  Tepis was-was yang muncul ke dalam dada kita, kemudian palingkan untuk memikirkan hal baik dan positif.
  • Permisalan lainnya, jika kita senantiasa berbicara seenaknya dan liar dalam melontarkan ucapan yang berpotensi menjerumuskan kepada dosa, dusta serta menyakiti orang lain, maka mulailah untuk memperbanyak diam, mengunci lisan dari perkataan yang sia-sia.

Semua cara di atas pada awalnya tentu akan terasa sangat sulit karena bertolak belakang dengan kebiasaan-kebiasaan buruk yang selama ini sudah mendarah daging. Akan tetapi jika mulai dipraktekkan, dilakukan secara terus-menerus walaupun terasa berat, lambat laun kebiasaan buruk tersebut akan berubah menjadi kebiasaan baik. Sebab hati dan jiwa ini mudah BERADAPTASI.

 

Fakta Bahwa Hati Dan Fisik Mudah Beradaptasi

Ketahuilah, bahwa hati dan fisik manusia mudah sekali beradaptasi. Dan semakin beradaptasi, maka semakin nyaman ketika melakukan sesuatu, serta semakin mudah dan semakin tenang.

 

  • Contoh tubuh yang bisa beradaptasi dengan lingkungan :

Ketika kita mulai masuk ke lingkungan pengelolaan sampah, tentu hidung kita tidak akan merasa nyaman dengan bau menyengat sampah yang tercium. Akan tetapi karena terpaksa berada disana, maka bau tersebut mau tidak mau menjadi aroma rutin yang dihirup oleh hidung kita.

Akan tetapi seiring waktu, efek bau sampah tersebut mulai berkurang, dan hidung kita pun mulai terbiasa dengan bau tersebut, hingga pada suatu saat bau sampah tersebut seakan sudah tidak tercium lagi.

Pertanyaannya, “Apakah baunya hilang? Ataukah hidung dan tubuh kita yang sudah mulai beradaptasi dengan bau tersebut?”

Jawabannya adalah BAUNYA TETAP ADA, tetapi karena tubuh dan terutama hidung kita yang sudah mulai beradaptasi, bau tersebut sudah tidak aneh lagi dan terasa biasa biasa saja.

 

  • Contoh hati yang bisa beradaptasi dengan perbuatan :

Ketika kita terbiasa membuang waktu dengan bermain game dan menonton TV, sehingga sedikit sekali waktu yang diluangkan untuk hadir di majelis ilmu. Maka upaya kita untuk melangkahkan kaki ke majelis ilmu akan terasa sangat berat dan membebani.

Akan tetapi, jika hal tersebut terus dipaksakan! Kita kurangi aktivitas yang kurang bermanfaat, lalu memperbanyak hadir di majelis ilmu, maka seiring waktu langkah kita akan semakin terasa ringan, dan dengan bertambahnya ilmu dan pemahaman kita tentang faedah menuntut ilmu, semua akan membuat aktivitas menuntut ilmu menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan.

Demikian juga sebaliknya, ketika kita tidak terbiasa menonton video yang tidak layak. Ketika tampil di handphone kita gambar-gambar yang tidak pantas, maka hati secara otomatis akan menolak dan menghindarinya. Akan tetapi jika mata dibiarkan terus menerus melihat hal tersebut, maka dari yang tadinya kita hanya melihat berupa gambar-gambar, lambat laun akan meningkat menjadi kebiasaan melihat video-video, hingga video yang sangat tidak layak untuk ditonton.

Dan kebiasaan tersebut membuat hati kita terasa lebih cuek dan tak ada beban ketika melakukan hal tersebut berulang kali. Ini adalah sebab hati sudah mulai beradaptasi dengan perkara tidak baik yang kita biasakan. Na’udzubillah.

 

Oleh karena itu, setelah kita mengetahui bahwa hati dan fisik mudah beradaptasi sesuai dengan kebiasaan dan keadaan. Maka sudah sepatutnya kita berupaya agar bisa mengarahkannya kepada hal-hal positif dan bermanfaat agar hati kita selamat serta bisa mengantarkan kita pada keridhoan Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah Ta’ālā berfirman :

 

وَلاَ تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ ، يَوْمَ لاَ يَنفَعُ مَالٌ وَلاَ بَنُونَ ، إِلاَّ مَنْ أَتَى اللهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat.”

(QS. Asy-Syu`araa’: 87-89)

 

Sarana Terbaik Untuk Menjaga Kebersihan Hati

Tidak ada sarana untuk membersihkan hati yang lebih baik selain Al-Qur’an. Tentunya dengan cara membacanya, memahami isi kandungannya, serta mengamalkannya.

Kita bisa saja membaca Al-Qur’an beserta isi dan kandungannya dari literatur tafsir yang tersedia saat ini. Akan tetapi upaya yang lebih baik untuk mempelajari dan memahami Al-Qur’an adalah dengan menghadiri majelis ilmu, dimana di dalamnya dibahas tentang Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Selain lebih efektif, majelis ilmu pun memiliki keutamaan lain, seperti limpahan keberkahan dari Allah subhanahu wa Ta’ala, dido’akan oleh para malaikat, dan seperti meniti jalan ke syurga.

 

2 Senjata Syetan Untuk Merusak Kemurnian Hati Manusia

Ada 2 senjata yang digunakan syetan untuk merusak kemurnian hati manusia sehingga menjerumuskannya kepada kesesatan dan kecelakaan.

2 senjata tersebut adalah SYAHWAT dan SYUBHAT.

Pada dasarnya hati manusia senantiasa bisa menerima nasehat dan hidayah berupa kebenaran. Akan tetapi 2 senjata syetan di ataslah yang membuat hati manusia berpaling dari kebenaran.

  • Manusia yang terkena SYAHWAT berpotensi melanggar aturan dan ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan melakukan hal-hal yang dilarang, seperti mencuri, korupsi, zina, membunuh, dan yang lainnya.
  • Manusia yang terkena SYUBHAT berpotensi melakukan sesuatu yang melanggar syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan melakukan amalan-amalan yang tidak disyari’atkan dan bahkan yang dilarang, seperti melakukan perbuatan bid’ah, melakukan amalan kesyirikan, dan lainnya.

Diantara 2 orang yang terkena senjata syetan tersebut, orang yang terkena SYUBHAT lebih berbahaya dan susah diobati, karena pelakunya cenderung menganggap bahwa perbuatannya tidak salah dan dirinya tidak sedang dalam keadaan salah dan berdosa, semua karena kerancuan pemikiran yang disusupkan oleh syetan melalui syubhat-syubhat yang diterimanya.

 

Obat Atas 2 Senjata Syetan Yang Bisa Merusak Hati

Untuk menghindari terkenanya 2 senjata syetan tersebut, yakni Syahwat dan Syubhat. Maka kita sebaiknya melakukan upaya yang tepat.

Khusus untuk senjata Syahwat, maka obatnya adalah dengan menahan diri dan berupaya untuk menjauhi hal-hal yang disukai oleh nafsu.

Khusus untuk senjata Syubhat, maka obatnya adalah dengan memperdalam ILMU Syar’i yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

 

***

 

Mudah-mudahan dengan penjelasan sederhana di atas, bisa menjadi jalan agar Allah Subhanahu wa Ta’ala mengkaruniakan ilmu kepada kita tentang pentingnya menjaga hati agar tetap bersih dan sejalan dengan fitrah yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hindari berbagai potensi yang bisa merusak hati, dan lakukan upaya lebih maksimal agar hati bisa tetap bersih dan senantiasa terjaga.

Semoga bermanfaat… Barokallah fiikum…

 

 

2 thoughts on “Pentingnya Menjaga Hati Agar Tetap Bersih

  • April 18, 2018 at 9:57 am
    Permalink

    Ketika kita sudah bisa menjaga hati agar tetap bersih, lalu bagaimana caranya agar tetap istiqomah dalam menjaga hati kita tetap bersih?

    Reply
    • July 2, 2018 at 4:30 am
      Permalink

      Barokallahu fiik saudari
      para Sahabat masuk Islam ketika di Mekkah senantiasa dengan atas izin Allah ‘Azza wa Jalla, dengan seruan Nabi kita tercinta Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam. Seruannya adalah “Laa ilaha illallah”. Seluruh penduduk Mekkah saat itu tahu konsekuensi jika harus masuk Islam, yaitu meninggalkan berhala-hala yang selama mereka hidup mereka sembah, dan mereka mengganggap dapat mendatangkan syafaat di sisi Allah ‘Azza wa Jalla.

      maka untuk terus istiqomah, salah satu caranya dengan membeli buku Tauhid dan penjelasannya, Insya Allah banyak di toko buku Islam. Dan dengan mendatangi terus kajian-kajian ilmu tentang tauhid.

      dengan ilmu tauhid akan mendatangkan rasa muroqobah (rasa diawasi oleh Allah ‘Azza wa Jalla)

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: