Selamatkan Aqidah Generasi Penerus Kita Sejak Dini

Mari selamatkan aqidah generasi penerus kita sejak dini! Mulailah dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai saat ini! Sebab apabila kita biarkan, ditakutkan keluarga kita termasuk manusia yang memiliki aqidah yang menyimpang.

 

Penjelasan Singkat Tentang Aqidah

AQIDAH! Sebuah kata yang mudah dilafazkan, tetapi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pola fikir, tingkah laku, serta keseluruhan aspek dalam hidup seseorang. Karena sebagaimana definisinya, Aqidah adalah keyakinan (keimanan) yang kuat dalam hati seseorang tanpa sedikitpun ada keraguan. (lihat At Tauhid lis Shaffil Awwal Al ‘Aali hal. 9, Mujmal Ushul hal. 5)

Apabila aqidah seseorang benar dan berada di jalan yang lurus, maka berpotensi mengantarkan pemiliknya kepada keselamatan. Begitu pun sebaliknya, apabila aqidah seseorang salah dan berada di jalur yang salah, maka berpotensi mengantarkan pemiliknya kepada kecelakaan… Na’udzubillah.

Dalam syari’at Islam, Aqidah mencakup berbagai kandungan dari Rukun Iman, antara lain :

  1. Iman Kepada Allah subhanahu wa ta’ala
  2. Iman kepada para malaikat-Nya
  3. Iman kepada kitab-kitab-Nya
  4. Iman kepada rasul-rasul-Nya
  5. Iman kepada hari akhir (kiamat)
  6. Iman kepada takdir yang baik maupun takdir yang buruk

Sungguh miris melihat fenomena sekarang, dimana aqidah seseorang sudah jauh dari keterangan syari’at yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Semua itu merupakan kesalahan dari banyak pihak, mulai dari para tenaga pendidik, para orang tua, kepercayaan aqidah di masyarakat yang sudah tertanam kuat, serta berbagai sebab lain yang menyebabkan terjadinya penyimpangan Aqidah.

 

Sebab Terjadinya Penyimpangan Aqidah

Bukan aqidahnya yang menyimpang, akan tetapi beberapa sebab ini yang menjadikannya menyimpang! Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam serta para nabi dan rasul lainnya telah menyampaikan aqidah ini sejak lama. Sebagaimana Allah telah berfirman :

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Dan sungguh telah Kami utus kepada setiap umat seorang Rasul yang menyerukan ‘Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut (sesembahan selain Allah)’” (QS. An Nahl: 36)

Tapi karena beberapa sebab yang akan dijelaskan di bawah ini, menjadikan Aqidah lurus yang didakwahkan pada Nabi dan Rasul tersebut mulai menyalami penyimpangan hingga tersesat sejauh-jauhnya.

Sebab terjadinya penyimpangan yang dimaksud antara lain :

Bodoh

Yang disebabkan oleh kurangnya perhatian untuk mempelajari aqidah yang benar sesuai petunjuk Al-Qur’an dan Sunnah. Bisa juga karena terlalu menutup diri untuk mempelajarinya disebabkan syubhat kuat yang tertanam di dalam benaknya.

Saat 1 generasi BODOH dalam pemahaman tentang aqidah yang benar, maka hal tersebut akan diwariskan kepada generasi penerusnya. Bahkan kemungkinan besar, penyimpangan tersebut akan semakin jauh dari kebenaran.

 

Fanatik Berlebihan (Ta’ashub)

Terlalu percaya dan fanatik terhadap nenek moyang, tradisi, dan kebiasaan yang ada di masyarakat. Menganggap benar segala ajarannya, dan menganggap salah segala yang tidak sesuai dengan ajaran nenek moyang, tradisi, dan kebiasaan yang berlaku.

 

Mengikuti Tanpa Didasari Dalil Yang Jelas (Taklid Buta)

Taklid buta terhadap tokoh tertentu tanpa mempelajari landasan dalil yang jelas. Hal inilah yang menjadikan berbagai faham seperti mu’tazilah dan jahmiyah muncul dan akar pemikiran aqidahnya masih tetap ada hingga sekarang, disebabkan oleh sifat TAKLID.

 

Ghuluw (Berlebih-lebihan)

Sebab penyimpangan aqidah selanjutnya adalah karena banyak yang terlalu berlebih-lebihan terhadap orang-orang shaleh yang sudah meninggal, sehingga mereka menganggap bahwa orang shalih yang sudah meninggal tersebut bisa memberikan manfaat, bisa melancarkan urusannya, bisa menjadi penolak bala. Itulah sebabnya, saat ini tidak sedikit kuburan para orang shaleh yang ramai dikunjungi orang-orang beraqidah menyimpang untuk dijadikan tempat ibadah, serta menjadikan wasilah (perantara) ketika berdo’a kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

 

Hilangnya Bimbingan Yang Benar dalam Rumah Tangga

Tahukah antum, sebagai orang tua kita pun memiliki peranan penting dalam menanamkan aqidah yang benar untuk generasi penerus kita! Jika kita berbuat hal yang benar, maka penyimpangan aqidah bisa dihindari dan dijauhi, dan hal itu akan berlanjut kepada generasi-generasi selanjutnya.

Jika setiap orang tua dalam sebuah rumah tangga memahami aqidah yang lurus, maka anaknya pun akan mengikuti. Dan jika dalam 1 masyarakat, setiap rumah tangganya memiliki pemahaman aqidah yang lurus, maka lingkungan tersebut akan mengikuti, dan begitu seterusnya.

 

Kelalaian Media dalam Menyampaikan Kebenaran

Di zaman ini, media menjadi suatu sarana yang sangat vital untuk menjangkau lingkup masyarakat yang luas. Akan tetapi, manfaat ini tidak dipergunakan untuk mendidik dan membimbing para pemirsanya pada pemahaman yang benar. Apa yang diinformasikan kebanyakan malah menyesatkan, merusak, dan menjauhkan pemirsanya dari kebenaran sejati.

 

Cara Praktis Untuk Selamatkan Aqidah Generasi Penerus Sejak Dini

Setelah membaca semua penjelasan beserta semua sebab terjadinya penyimpangan aqidah yang dijelaskan diatas, kita tentu mengharapkan sebuah solusi praktis yang bisa dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan dan mengarahkan aqidah generasi penerus kita kepada jalan yang lurus.

Solusi tersebut sebetulnya sudah tersedia saat ini! Hanya saja, banyak diantara kita yang masih menutup mata dan tidak mempedulikannya. Pahadal jika dimanfaatkan dengan maksimal, semua solusi tersebut bisa mengantarkan kita kepada masyarakat Madani yang mengikuti syari’at Islam dengan benar berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah.

Cara praktis untuk selamatkan aqidah generasi penerus sejak dini yang dimaksud adalah :
 

Perbanyak Hadir di Majelis Ilmu

Sudah banyak kajian sunnah Bandung yang diselenggarakan setiap hari. Silahkan cari informasi tersebut dan hadiri majelis ilmu tersebut secara istiqomah, agar melalui sebab tersebut Allah subhanahu wa ta’ala berkenan melimpahkan karunia, rahmat, dan hidayah-Nya kepada kita sehingga bisa lebih faham tentang agama.

Dan berbahagialah ketika Allah subhanahu wa ta’ala mulai memahamkan antum tentang agama. Sebab hal tersebut merupakan salah tanda bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menghendaki kebaikan terhadap antum.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Mu’awiyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ

Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037). Yang dimaksud dengan kata “fakih” dalam hadits tersebut bukan hanya tahu tentang hukum syar’i, akan tetapi lebih daripada itu. Seseorang dikatakan Fakih apabila faham tentang tauhid serta pokok Islam, dan segala hal yang berhubungan dengan syari’at Allah. Sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin di dalam kitabnya Kitabul ‘Ilmi, hal. 21.

Ciri majelis ilmu yang bisa memberikan pemahaman aqidah yang lurus, adalah majelis ilmu yang di dalamnya menjelaskan tentang Firman Allah subhanahu wa ta’ala dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalaam serta mengikuti aturan syari’at dalam pelaksanaannya.

Hindari majelis ilmu yang didalamnya berbaur antara laki-laki dan perempuan, bahasannya lebih banyak tentang argumen dan hasil pemikiran logika, bahasan yang terlalu mendahulukan perasaan, serta majelis yang lebih banyak humor ketimbang keterangan dalil. Majelis-majelis ilmu seperti ini hanya akan semakin menjauhkan jama’ahnya dari aqidah yang lurus.

Yayasan Imam Malik Bandung melalui Divisi Dakwah-nya memiliki program kajian ilmiah rutin yang bisa antum manfaatkan. Kajian ini diselenggarakan rangka syi’ar Islam yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

Kajian sunnah Yayasan Imam Malik Bandung ini diadakan setiap hari dalam beberapa waktu yang berbeda (mulai dari shubuh sampai ba’da isya). Untuk informasi lebih lanjut tentang jadwal dan tempat kajian, antum bisa melihat tabel jadwal-nya DISINI

 

Arahkan Generasi Penerus Kita Untuk Belajar di Tempat Yang Tepat

Adalah kewajiban orang tua, untuk memberikan pendidikan, bimbingan, dan pengajaran maksimal untuk anak kita. Oleh karenanya, jika antum ingin selamatkan aqidah generasi penerus kita sejak dini, maka arahkanlah anak untuk belajar di tempat yang tepat, baik pendidikan formal maupun non-formal.

Materi yang diajarkan di dunia pendidikan formal umum yang ada saat ini, sedikit banyak terdapat kekeliruan yang harus diluruskan. Demikian juga materi yang diajarkan di dunia pendidikan non-formal umum! Hal ini saling bersinergi satu sama lain sehingga pemahaman keliru tersebut semakin tertanam di benak anak didik.

Oleh karenanya, jika ingin selamatkan aqidah generasi penerus kita sejak dini, mari lebih bijak dalam memilih lembaga pendidikan formal dan non-formal yang menjadi tempat didikan belajar anak anak kita.

Yayasan Imam Malik Bandung sejak tahun 2012 silam telah mendirikan lembaga pendidikan formal setingkat SD/MI sebagai sarana pendidikan dan pengajaran untuk masyarakat sekitar pada khususnya, serta masyarakat Kota Bandung pada umumnya. Lembaga pendidikan tersebut bernama SDITQ Imam Malik Bandung yang materi ajarannya lebih terfokus pada pendidikan tentang aqidah yang benar, tentang syari’at Islam yang sesuai Al-Qur’an dan Sunnah, serta memberikan tambahan dalam bidang Tahfidzul Qur’an, Bahasa Arab, Hafalan Do’a Harian, Pengenalan Praktek Ibadah, serta Adab-adab Dalam Kehidupan Sehari-hari. Tentunya tanpa mengesampingkan pelajaran umum yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku di Dinas Pendidikan RI.

Informasi lebih lanjut tentang SDITQ Imam Malik Bandung sebagai salah satu lembaga pendidikan formal di bawah naungan Yayasan Imam Malik Bandung ini bisa dilihat DISINI.

Dengan mengusung konsep sekolah sunnah Bandung dengan biaya terjangkau, diharapkan SDITQ Imam Malik Bandung bisa menjadi sebuah solusi untuk selamatkan aqidah generasi penerus kita sejak dini.

 

Pilih Media Yang Baik & Bertanggung Jawab

Diantara segala jenis media informasi yang ada saat ini, media televisi adalah salah satu yang memiliki peranan sangat penting. Dimana kebanyakan rumah tangga saat ini tidak bisa terlepas dari media yang satu ini.

Melihat banyaknya tayangan yang kurang bertanggung jawab, bahkan terkesan mengajarkan hal-hal yang tidak benar, menampilkan hal-hal yang sangat tidak pantas, membiasakan kegiatan-kegiatan yang sia-sia, terlalu banyak mengumbar informasi yang tidak layak dipublikasikan, dan hal negatif lainnya, maka diperlukan tindakan mulai dari saat ini, mulai dari hal kecil, dan mulai dari diri sendiri.

Tindakan yang dimaksud salah satunya dengan memilih media yang baik dan bertanggung jawab dalam memberikan tayangan dan informasi yang disajikan.

Yayasan Imam Malik Bandung saat ini sudah menyediakan fasilitas pemasangan TV Parabola tanpa iuran bulanan bagi masyarakat kota Bandung yang menginginkan tayangan media yang baik dan bertanggung jawab.

Dengan memasang TV Parabola ini, antum akan mendapatkan berbagai tayangan yang sesuai syari’at Islam, lebih banyak membahas tentang agama dari berbagai kajian Islam ilmiah yang disiarkan secara langsung maupun siaran ulang, tayangan anak yang menyenangkan serta mendidik, dan berbagai faedah lain yang insyaa Allah akan semakin meluruskan aqidah setiap orang yang menyaksikannya.

Stasiun dari TV Sunnah dengan media parabola ini diantaranya, Rodja TV, Wesal TV, Bunayya TV, Insan TV, dan banyak lagi. Yang semua tayangannya informatif dan mendidik.

Informasi lebih lanjut tentang TV Sunnah Parabola, serta cara untuk mendapatkannya, bisa dibaca dalam ARTIKEL INI.

 

Ikut Mendukung Program Penyelamatan Aqidah

Solusi terakhir yang merupakan salah satu diantara cara praktis untuk selamatkan aqidah generasi penerus kita sejak dini adalah dengan ikut mendukung program penyelamatan aqidah umat Islam agar kembali kepada aturan syari’at yang sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.

Dukungan yang dimaksud bisa berupa bantuan tenaga, bantuan ilmu, serta bantuan harta, yang secara ikhlas dan sukarela dikorbankan untuk mendukung berbagai program dakwah.

Jika kita hanya memiliki tenaga, maka niatkan pengorbanan tenaga kita karena Allah subhanahu wa ta’ala untuk membantu terselenggaranya berbagai kajian sunnah, terselenggaranya program pendidikan dan pengajaran di lembaga formal dan non formal.

Jika kita hanya memiliki ilmu, maka niatkan pengorbanan ilmu kita karena Allah subhanahu wa ta’ala untuk membantu terselenggaranya berbagai kajian sunnah, terselenggaranya program pendidikan dan pengajaran di lembaga formal dan non formal.

Demikian juga apabila kita hanya bisa mengorbankan harta, maka niatkan pengorbanan harta tersebut hanya karena Allah subhanahu wa ta’ala untuk membantu terselenggaranya berbagai kajian sunnah, terselenggaranya program pendidikan dan pengajaran di lembaga formal dan non formal. Salah satunya dengan mengikuti Program Wakaf Pembebasan Lahan & Bangunan yang akan dimanfaatkan sebagai sarana & prasarana syi’ar dakwah yang dijalankan oleh Yayasan Imam Malik Bandung.

***

Demikianlah informasi yang membahas tentang upaya untuk selamatkan aqidah generasi penerus kita sejak dini. Mari sama-sama jalankan solusi yang dijelaskan diatas dengan harapan generasi yang akan tumbuh menjadi penerus kita, bisa memiliki dasar aqidah yang lurus sehingga berpotensi untuk selamat dunia dan akhirat. Aamiin yaa robbal ‘alamiin…

Incoming search terms:

  • donasi bangunan Yayasan Tahfidz Qur\an wesal TV

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: