SIHIR – Pembatal Keislaman Ketujuh

Telah berkata Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rohimahullah, bahwa pembatal keislaman yang ke tujuh adalah SIHIR, yakni sesuatu yang bisa memisahkan/memalingkan dan membuat condong kepada sesuatu, bagi siapapun yang melakukannya (dukun), atau bagi siapapun yang dia ridho terhadapnya (pasien), maka keduanya KAFIR.

Dalil yang menjelaskan perkara ini telah difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an :

 

وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ

…sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”.

 

Pada ayat sebelumnya, diterangkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan 2 malaikatnya, yakni Harut dan Marut untuk mengajarkan sihir kepada manusia. Dan pengajaran tersebut dimaksudkan sebagai Fitnah (cobaan) bagi manusia supaya jangan sampai melakukan Sihir tersebut dan agar tidak terjerumus pada Kekafiran.

Dan manusia yang mendapatkan fitnah ini (ilmu sihir), sudah diperingatkan sebelumnya oleh kedua malaikat tersebut, bahwa apa yang diajarkan tersebut adalah dimaksudkan sebagai cobaan untuk menguji keyakinan dan ketauhidan manusia.

Dengan tegas ayat ini menjelaskan bahwa siapapun yang melakukan SIHIR akan terjerumus kepada KEKAFIRAN. Inilah sebabnya, kenapa amalan tersebut termasuk kepada Pembatal Keislaman yang ke tujuh.

 

Penjelasan Tentang Sihir

 

Sihir secara bahasa,

Adalah sebuah ungkapan/istilah dari sesuatu yang tersembunyi (al-khofiiy). Oleh karena itu, para ulama mengatakan, bahwa Sihir adalah apa-apa yang tersembunyi yang sebab-sebabnya sangat halus

Diantara maknanya, sihir diambil dari kata assaharo, yang artinya waktu sebelum fajar (di akhir malam), dimana awal siang masih tersembunyi dikarenakan tertutup oleh gelapnya malam, kemudian nampak sedikit demi sedikit hingga terlihat jelas sinarnya.

Jadi, makna secara istilah kenapa dinamakan dengan kata “Sihir“, dikarenakan tersembunyi.

 

Sihir secara istilah,

Adapun penjelasan sihir secara istilah, para ulama membaginya kepada 2 bagian, yakni yang sesuai hakikat (haqiqi) dan yang tidak sesuai hakikat (takhyili).

  • Sesuai Hakikat

Adalah sebuah ungkapan yang dengan perbuatan tersebut bisa mempengaruhi BADAN; seperti sakit atau kematian, atau mempengaruhi fikiran (yang menyebabkan seseorang membayangkan atau mengkhayalkan melakukan sesuatu padahal tidak melakukannya).

Selain bisa mempengaruhi badan, sihir juga bisa mempengaruhi HATI, yang menjadikan seseorang membenci atau mencintai sesuatu yang diluar tabi’at (tidak wajar), yang bisa memalingkan dan membuat condong. Seperti kecondongan seseorang yang menjadikannya mencintai sesuatu yang tidak lumrah terhadap sesuatu atau seseorang, atau rasa benci kepada sesuatu atau seseorang.

Hal inilah yang bisa memisahkan antara seorang perempuan dengan suaminya, atau menjadikan rasa cinta kepada seseorang yang lain, atau yang umum dikenal di Indonesia dengan istilah PELET, semua itu termasuk pada kategori SIHIR.

 

  • Sihir yang tidak sesuai Hakikat (takhyili)

Adalah apa-apa yang mempengaruhi penglihatan, yang membuatnya melihat sesuatu yang berbeda dengan kenyataannya. Sebagaimana sihir-sihir yang dilakukan oleh para ahli sihir Fir’aun di hadapan Nabi Musa Alaihissalam.

 

***

 

Demikianlah sekilas penjelasan tentang SIHIR yang merupakan salah satu pembatal keislaman. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa membimbing kita agar bisa terhindar dari semua pembatal keislaman.

Artikel yang antum baca ini pun, insyaa Allah bisa menjadi petunjuk bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menghendaki kebaikan untuk kita semua, sehingga memberikan pengajaran kepada kita tentang bab pembatal keislaman ini.

Dalam artikel selanjutnya, insyaa Allah akan kita bahas tentang manusia yang melakukan sihir, yang menimpa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam, yang atas petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sihir tersebut bisa ditangani hingga diketahui siapa pelakunya.

Kisah tersebut menjelaskan kepada kita tentang salah satu bentuk sihir, sebagaimana yang dijelaskan dalam qur’an surat Al-Falaq, dimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

 

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ

“Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ

dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,

وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ

dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ

dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

 

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan kita untuk melanjutkan pembahasan ini, dan kita senantiasa dilindungi dari pengaruh Sihir. Insyaa Allah.. Aamiin…

Barokallahu fiikum…

 

 

 

 

 

(Dipaparkan oleh Ustadz Rachmat Kurniawan, ST. pada kajian kitab rutin Rabu Malam di Mesjid Ash-Shiddiq, yang membahas tentang kitab Durrus Nawaqidul Islam).

Informasi lebih lanjut tentang kajian yang diselenggarakan di Mesjid Ash-Shiddiq, bisa dilihat di HALAMAN INI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: