Tata Cara Shalat Ied di Rumah

Tata Cara Shalat Ied di Rumah

Bismillah…

Ramadhan dan Idul Fitri tahun 1441 H kali ini menjadi suatu pengalaman yang mungkin tidak akan terlupakan! Sebab di tahun ini kita mengalami suasana yang berbeda dengan adanya wabah Corona.

Namun bagaimanapun aturan dan syari’at Allah Ta’ala tetap berlaku dalam kondisi tersebut, akan tetapi dengan pelaksanaan yang berbeda dari biasanya.

Demikian halnya dengan shalat ied di tanggal 1 Syawal, jika biasanya kita keluar dan melaksanakannya di lapangan atau masjid secara berjamaah dengan banyak orang, maka tahun ini kita harus rela dan turut dengan instruksi pemerintah untuk melaksanakannya di rumah masing-masing guna mencegah penyebaran dan penularan virus Covid-19.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kami akan berbagi tentang tata cara shalat Ied di rumah yang bisa dilakukan secara berjamaah bersama keluarga tercinta. Selamat menyimak…

 

Hukum Shalat Ied

Berdasarkan pendapat yang lebih kuat, shalat ied hukumnya wajib karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya. Berdasarkan hadits dari Ummu ‘Athiyyah dalam kitab Umdatul Ahkam karya Syaikh Abdul Ghani Al-Maqdisi, hadits no. 158.

 

عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ – نُسَيْبَةَ الأَنْصَارِيَّةِ – قَالَتْ : (( أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَنْ نُخْرِجَ فِي الْعِيدَيْنِ الْعَوَاتِقَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ , وَأَمَرَ الْحُيَّضَ أَنْ يَعْتَزِلْنَ مُصَلَّى الْمُسْلِمِينَ)) .

وَفِي لَفْظٍ : (( كُنَّا نُؤْمَرُ أَنْ نَخْرُجَ يَوْمَ الْعِيدِ , حَتَّى نُخْرِجَ الْبِكْرَ مِنْ خِدْرِهَا , حَتَّى تَخْرُجَ الْحُيَّضُ , فَيُكَبِّرْنَ بِتَكْبِيرِهِمْ وَيَدْعُونَ بِدُعَائِهِمْ , يَرْجُونَ بَرَكَةَ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَطُهْرَتَهُ)) .

العواتق : جمع “عاتق” المرأَة الشابة أَول ماتبلغ.

 

Dari Ummu Athiyyah Nusaibah Al-Anshariah radhiyallahu ‘anha berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami pada hari raya untuk menyuruh gadis remaja keluar, dan wanita yang dipingit dalam rumah. Beliau memerintahkan bagi wanita haidh agar menjauh dari tempat shalat kaum muslimin.”

Dalam lafazh lain, “Kami diperintahkan supaya menyuruh keluar para wanita yang dipingit dalam rumah untuk keluar pada hari raya, bahkan wanita yang sedang haidh. Mereka mengucapkan takbir mengikuti takbirnya kaum laki-laki, dan berdoa mengikuti doanya kaum laki-laki dengan mengharap berkah dan kesucian hari raya tersebut.”

(HR. Bukhari, no. 971 dan Muslim, no. 890).

Al-‘awatiq adalah bentuk jamak dari kata ‘atiq yang artinya gadis atau wanita yang baru memasuki masa baligh.

 

Hadits di atas menunjukkan bahwa shalat ied hukumnya WAJIB. Oleh karena itu, jika kita tidak bisa mengerjakan shalat ied bersama kaum Muslimin lainnya dikarenakan adanya udzur seperti wabah Corona ini misalkan, maka jangan sampai shalat ied ini kita lewatkan dan tidak kita lakukan di rumah. Mayoritas ulama mengatakan, shalat ied tetap disyari’atkan untuk tetap dilakukan, sekalipun dilakukan sendiri di rumah.

 

Waktu Pelaksanaan Shalat Ied

Waktu shalat ied dimulai sejak masuknya waktu Dhuha. Ini kira-kira 15 atau 20 menit setelah matahari terbit. Waktu shalat ied berakhir saat menjelang masuk waktu shalat Dhuhur.

 

Tempat Pelaksanaan Shalat Ied

Disunnahkan untuk melakukan shalat ied di tanah lapang, boleh juga dilakukan di masjid. Namun jika terjadi wabah, maka shalat ied bisa dilakukan di rumah.

Shalat ied di rumah pernah dilakukan oleh salah seorang shahabat yang mulia Anas bin Malik radhiyallahu ta’ala anhu bersama keluarga beliau. Ini juga yang menjadi pendapat al-Imam al-Bukhari rahimahullah, bahwa jika boleh dilakukan di rumah, berarti boleh dilakukan di ruang keluarga, di teras, di garasi, dan boleh juga di halaman rumah, yang penting tempatnya suci dan bersih dari najis.

 

Amalan Sebelum Shalat Ied
#1 : Mandi sebelum shalat ied

Disunnahkan bagi kita untuk mandi sebelum melakukan shalat Ied, sebagaimana riwayat Ibnu Umar radhiyallahu ta’ala anhu :

Dari Nafi’, (ia berkata bahwa) ‘Abdullah bin ‘Umar biasa mandi di hari Idul Fithri sebelum ia berangkat pagi-pagi ke tanah lapang. (HR. Malik dalam Muwatho’ 426. An Nawawi menyatakan bahwa atsar ini shahih [Lihat Al Majmu’, 5/6]

Selain mandi, kita dianjurkan juga untuk memakai wewangian dan pakaian terbaik yang dimiliki.

 

#2 : Memakan beberapa butir kurma dalam bilangan ganjil

Perkara yang disunnahkan selanjutnya sebelum melakukan shalat ied adalah memakan beberapa butir kurma dengan jumlah bilangan ganjil seperti 3, 5, 7, dan seterusnya. Hal ini berdasarkan riwayat Anas bin Malik radhiyallahu ta’ala anhu :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ .. وَيَأْكُلُهُنَّ وِتْرًا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah keluar pada hari Idul Fithri (ke tempat shalat, pen.) sampai beliau makan beberapa kurma terlebih dahulu. Beliau memakannya dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Bukhari, no. 953)

 

#3 : Memastikan tubuh, pakaian dan tempat shalat dalam keadaan suci dan bersih dari najis
#4 : Memastikan sudah melakukan wudhu, karena wudhu merupakan syarat syah-nya shalat

 

Tata Cara Shalat Ied

Shalat ied dilakukan sebanyak 2 rakaat, dengan 7x takbir di rakaat pertama dan 5x takbir di rakaat kedua. Adapun rincian dari tahapannya adalah sebagai berikut :

  • Menghadaplah ke arah kiblat, lalu berniat di dalam hati untuk melakukan shalat ied. Niat ini cukup dilakukan di dalam hati saja dan tidak perlu di lafaz-kan,
  • Lakukan takbiratul ihram dengan mengucapkan “Allahu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan sejajar pundak atau daun telinga, dengan telapak tangan menghadap kiblat, kemudian bersedekaplah,
  • Membaca doa istiftah sebagaimana yang biasa dibaca ketika shalat,
  • Ucapkan takbir “Allahu Akbar” sebanyak 7x. Boleh sambil mengangkat tangan (ini adalah pendapat mayoritas pada ulama), boleh juga tidak.

Takbir ini dilakukan secara beruntun dengan memberi sedikit waktu jeda di antara takbir. Dan saat jeda di antara takbir, tidak ada diriwayatkan adanya doa atau dzikir tertentu yang dibaca, namun sebagian ulama mengatakan dzikir yang bisa dibaca adalah tasbih, tahmid, tahlil dan takbir.

Jika kita menjadi imam dan memilih untuk tidak membaca rangkaian dzikir di antara takbir tersebut, maka hendaklah tidak melakukan rangkaian takbir 7x tersebut dengan terlalu cepat, namun beri sedikit jeda agar makmum bisa mengikuti takbir imam dengan khusyu’ dan tenang.

  • Setelah rangkaian takbir selesai, bacalah surat al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat yang mudah dan sudah dikuasai. Dianjurkan untuk membaca surat yang disunnahkan untuk dibaca ketika shalat ied, yaitu surat al-A’la di rakaat pertama, dan surat al-Ghasyiah di rakaat kedua.

Ini berdasarkan riwayat dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقْرَأُ فِى الْعِيدَيْنِ وَفِى الْجُمُعَةِ بِ (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى) وَ (هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ) قَالَ وَإِذَا اجْتَمَعَ الْعِيدُ وَالْجُمُعَةُ فِى يَوْمٍ وَاحِدٍ يَقْرَأُ بِهِمَا أَيْضًا فِى الصَّلاَتَيْنِ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca dalam shalat ‘ied maupun shalat Jum’at “Sabbihisma robbikal a’la” (surat al-A’laa) dan “Hal ataka haditsul ghosiyah” (surat al-Ghasiyah).” An Nu’man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari ‘ied bertepatan dengan hari Jum’at, beliau membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat. [HR. Muslim no. 878.]

Boleh juga membaca surat Qaaf di rakaat pertama dan surat al-Qamar di rakaat kedua. Berdasarkan riwayat bahwa ‘Umar bin Al Khattab pernah menanyakan pada Waqid Al Laitsiy mengenai surat apa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat iedul Adha dan iedul Fithri. Ia pun menjawab :

كَانَ يَقْرَأُ فِيهِمَا بِ (ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ) وَ (اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ)

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca “Qaaf, wal qur’anil majiid” (surat Qaaf) dan “Iqtarobatis saa’atu wan syaqqol qomar” (surat al-Qomar).” [HR. Muslim no. 891]

  • Setelah membaca surat dilanjutkan dengan ruku’ – bangkit dari ruku’ – sujud – duduk di antara dua sujud – kemudian sujud lagi. Semuanya lengkap dengan bacaannya masing-masing, seperti ketika shalat biasa.
  • Bangkit untuk melakukan rakaat kedua sambil mengucapkan takbiratul intiqol “Allahu Akbar”,
  • Berdiri untuk melakukan rakaat yang kedua, membaca 5 kali takbir, kemudian membaca surat al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat yang disunnahkan atau yang mudah, kemudian ruku dan seterusnya sampai salam.

 

Jika Shalat Ied di Rumah, Apakah Ada Khutbah?

Untuk shalat ied yang dilakukan di rumah, maka tidak harus dilakukan khutbah, karena Anas bin Malik radhiyallahu ta’ala anhu pernah melaksanakan shalat ied di rumah bersama keluarga beliau dan tidak ada khutbah setelahnya. Demikian juga yang difatwakan oleh al-Lajnah ad-Daa-imah.

 

Penutup

Demikianlah panduan ringkas tentang tata cara shalat ied di rumah. Semoga Allah memberikan taufik dan semoga Allah Tabaraka wa Ta’ala memudahkan kita untuk mengamalkannya, aamiin ya rabbal ‘alamin…

Barakallahu fiikum…

 

 

(Disarikan dari video singkat Yufid TV berjudul “Cara Lengkap Shalat Iedul Fithri di rumah”)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *