Waktu Dan Keadaan di Ijabahnya Do’a Bagian Pertama

Bismillahirrahmanirrahiim…

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang sebagian waktu dan keadaan di ijabahnya do’a, yang merujuk pada pembahasan kitab Hisnul Muslim (benteng seorang Muslim).

Dalam kitab yang berkaitan dengan dzikir dan do’a karya Said bin Ali Al-Qahthani ini ada sub pembahasan yang menjelaskan tentang waktu dan keadaan yang bisa dimanfaatkan untuk memperbanyak berdo’a, karena di waktu dan keadaan tersebut adalah kesempatan untuk semakin besarnya do’a kita diijabah dan dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Berikut waktu dan keadaan diijabahnya do’a seorang hamba :

 

Sepertiga Malam Terakhir

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalaam yang diriwayatkan melalui Abu Hurairah :

 

يَتَنَزَّلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ ، مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ ، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni’.” [HR. Bukhari no. 6321 dan Muslim no. 758].

Di waktu ini, seorang hamba boleh untuk meminta ampun dan mengutarakan keinginannya, akan tetapi secara taraf do’a, permintaan ampun seorang hamba lebih tinggi tarafnya daripada permintaan do’a-do’a secara umumnya.

Oleh karenanya, mari perbanyak istighfar dan meminta ampunan di waktu tersebut! Sebab sebagai manusia kita pasti tidak luput dari salah dan dosa.

Dalam Keadaan Sujud

Diantara keadaan dimana seorang hamba sangat dekat dengan Allah subhanahu wa ta’ala, adalah di waktu sujud. Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dalam kitab shahihnya, yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam berkata :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabb-nya adalah dalam keadaan dia sujud, maka perbanyaklah doa.”

Dalam shalat fardhu maupun sunnah, manfaatkan keadaan sujud antum untuk menyampaikan do’a. Mudah-mudahan upaya berdo’a di salah satu keadaan diijabahnya do’a ini menjadikan segala keinginan yang kita panjatkan diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Dalam Satu Waktu di Hari Jum’at

Jum’at adalah hari paling baik diantara hari hari yang lainnya, karena ada banyak keutamaan yang bisa didapatkan di hari ini, salah satunya merupakan waktu diijabahnya do’a.

Sebagaimana riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintaannya.” (HR. Muslim)

Lalu kapankah waktu terbaik di hari jum’at untuk berdo’a? Penjelasan lebih lanjut diuraikan dalam hadits berikut ini :

Jawaban tentang pertanyaan ini adalah banyak sekali. Ada hadits yang menerangkan bahwa waktu tersebut adalah diantara dua khutbah jum’at, ada juga yang menerangkan di waktu petang (ba’da ashar) menjelang habisnya hari.

Tapi diantara dalil yang ada, waktu ba’da ashar menjelang habisnya hari adalah waktu yang dimaksud dalam pembahasan ini. Sebagaimana hadits berikut :

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hari jum’at itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslimpun yang memohon sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah ‘ashar.” (HR. Abu Dawud)

***

Itulah 3 waktu dan keadaan dari pembahasan tentang Waktu dan Keadaan Diijabahnya Do’a Bagian pertama. Untuk waktu dan keadaan lainnya, insyaa Allah akan dibahas pada artikel lainnya.

Semoga, penjelasan singkat tentang pembahasan kitab Hisnul Muslim ini bermanfaat untuk kita semua, sehingga mengetahui tentang waktu dan keadaan terbaik untuk berdo’a, dengan harapan agar kemungkinan diijabahnya do’a kita bisa lebih besar.

Aamiin yaa robbal ‘alamiin…

(Dijelaskan oleh Ustadz Hary Badar bin Marwan pada kajian rutin kamis minggu ke-4 ba’da maghrib tanggal 24 Agustus 2017 di Mesjid Ash-Shiddiq Kebon Gedang Bandung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: