Waktu Dan Keadaan Diijabahnya Do’a Bagian Kedua

Bismillahirrahmanirrahiim…

Setelah sebelumnya kita membahas tentang Waktu dan Keadaan Diijabahnya Do’a Bagian Pertama, maka artikel kali ini akan membahas tentang kelanjutannya, yakni Waktu Dan Keadaan Diijabahnya Do’a Bagian Kedua.

Semoga dengan pembahasan sederhana yang disampaikan ini, bisa memberikan wawasan kepada kita tentang kapankah waktu yang tepat untuk meminta ampunan dan keadaan seperti apa yang tepat untuk dimanfaatkan dalam rangka mengutarakan dan menyampaikan berbagai keinginan serta keperluan kita kepada Dzat Yang Maha Pengabul Do’a.

Baik, kita langsung saja uraikan tentang waktu dan keadaan diijabahnya do’a bagian kedua :

 

Fii Dhuburi Sholat

Maksud dari fii dhuburi sholat adalah di akhir sholat (tepatnya setelah membaca do’a tasyahud dan shalawat). Keterangan tentang hal ini dengan tegas diterangkan dalam kitab “Taisirul Alam syarah Umdatul Ahkam“. Dimana dianjurkan setiap kali selesai membaca tasyahud dan sholawat kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam, untuk memperbanyak memanjatkan do’a yang disyari’atkan, seperti do’a berikut ini :

 

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ , وَمِنْ عَذَابِ اَلْقَبْرِ , وَمِنْ فِتْنَةِ اَلْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ , وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ اَلْمَسِيحِ اَلدَّجَّالِ

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari adzab Jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Masih Dajjal.” (Muttafaq ‘alaih)

 

اللَّهُمَّ إنِّي ظَلَمْت نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا ، وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلَّا أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِك وَارْحَمْنِي ، إنَّك أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Ya Allah, Sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang banyak. Tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu dan rahmati aku. Sesungguhnya Engkau Dzat Maha pengampun lagi Penyayang.” (Muttafaq ‘Alaih)

 

اَللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Ya Allah, Bantu aku untuk berzikir, bersyukur, dan memperbaiki ibadah kepada-Mu.

(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan al-Nasai dengan sanad kuat)

 

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (HR. Bukhari dan Ahmad)

 

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

Ya Allah, ampunilah aku atas dosa yang telah aku lakukan dan yang belum aku lakukan (dosa yang mendatang), dosa yang aku sembunyikan dan dosa yang aku perbuat dengan terang-terangan, juga yang aku melampaui batas dan apa-apa yang Engkau ketahui dariku. Engkaulah Yang Mendahulukan dan Engkaulah Yang Mengakhirkan. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau.” (HR. Muslim dan Abu Dawud)

 

Beberapa do’a diatas adalah yang disyari’atkan untuk dibaca di salah satu keadaan diijabahnya do’a. Lebih utama apabila membaca do’a-do’a sebagaimana yang disyari’atkan diatas.

 

Antara Adzan dan Iqomah

Tahukah antum? Bahwa waktu antara adzan dan iqomah adalah salah satu diantara waktu diijabahnya do’a. Hal ini sebaiknya diketahui agar kita bersegera ke mesjid ketika adzan berkumandang untuk memanfaatkan waktu tersebut.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

إِنَّ الدُّعَاءَ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ فَادْعُوا

Sesungguhnya do’a yang tidak tertolak adalah do’a antara adzan dan iqomah, maka berdo’alah (kala itu).”

(HR. Ahmad, shahih)

 

Maka dari itu, yuk sama-sama berupaya untuk hadir di mesjid di awal waktu (ahsannya sebelum adzan berkumandang), supaya mendapatkan berbagai keutamaan, diantaranya keutamaan menjawab panggilan adzan dan do’a sesudah adzan, memanfaatkan waktu antara adzan dan iqomah, serta melakukan sholat sunnah rawatib yang muakkad.

 

Ketika Bertemu Musuh

Walaupun keadaan ini tidak kita dapati sehari hari, akan tetapi penjelasan tentangnya perlu disampaikan, yang mana ketika kita dalam keadaan bertemu musuh, maka dianjurkan untuk berdo’a agar mendapatkan pertolongan keselamatan dan kemenangan dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Sebagaimana dalil yang diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, berkata: Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam apabila berperang beliau membaca:

 

اَللَّهُمَّ أَنْتَ عَضُدِيْ، وَأَنْتَ نَصِيْرِيْ، بِكَ أَحُوْلُ، وَبِكَ أَصُوْلُ، وَبِكَ أُقَاتِلُ

“Ya Allah, Engkau adalah lenganku (penolongku). Engkau adalah pembelaku. Dengan pertolongan-Mu aku bergerak. Dengan pertolongan-Mu aku menyergap. Dan dengan pertolongan-Mu aku berperang.”

(HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab al-Jihad, Bab Maa Yud’aa iInda al-Liqa’ (Bab: Apa yang dibaca saat bertemu musuh), no. 2632. Dishahihkan oleh Syaikh Albani)

 

***

Demikianlah penjelasan tentang waktu dan keadaan diijabahnya do’a bagian kedua. Insyaa Allah pada artikel selanjutnya akan dibahas tentang 3 waktu dan keadaan diijabahnya do’a bagian ketiga.

Apabila antum ingin mendapatkan update informasi dari website malik.or.id, maka bisa melakukan LIKE di Facebook Fanpage Ma’had Imam Malik Bandung.

Semoga artikel ini bermanfaat. Sampai jumpa lagi dengan informasi dan artikel Islami lain yang bersumber kepada dasar hukum Islam yang jelas.

Barokallahu fiikum…

 

 

 

 

(Dijelaskan oleh Ustadz Hary Badar bin Marwan pada kajian rutin kamis minggu ke-4 ba’da maghrib tanggal 24 Agustus 2017 di Mesjid Ash-Shiddiq Kebon Gedang Bandung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: