Wujud Tauhid yang Bersih

Wujud Tauhid yang Bersih dari Nabi Ibrahim Alaihissalam

Wujud Tauhid yang Bersih dari Nabi Ibrahim Alaihissalam

Wujud Tauhid yang Bersih dari Nabi Ibrahim Alaihissalam – Apa sajakah yang menjadi perwujudan dari Tauhid yang bersih? Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini.

Bismillah…

Seperti apakah wujud tauhid yang bersih? Untuk dapat mengetahuinya, kita bisa melihat keadaan orang-orang yang telah diyakini akan kebenaran dan kebersihan tauhidnya. Di antara orang yang telah dikisahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala atau oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),” (QS. An-Nahl : 120)

 

شَاكِرًا لِأَنْعُمِهِ ۚ اجْتَبَاهُ وَهَدَاهُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“(lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus.” (QS. An-Nahl : 121)

 

Sifat-sifat apa sajakah yang menjadikan nabi Ibrahim sebagai contoh dari perwujudan tauhid yang bersih? Berikut adalah sifat yang dimaksud..

 

#1 : Imam, yaitu sebagai teladan dalam kebaikan.

Seseorang tidak patut dijadikan sebagai teladan dalam kebaikan, kecuali di dalam dirinya terdapat segala macam amal kebaikan dan bersih dari segala macam amal kejelekan.

 

#2 : Qanit, yaitu orang yang senantiasa patuh

Apabila dikatakan senantiasa patuh, berarti tidak pernah berbuat durhaka, dengan melakukan perbuatan syirik, bid’ah, atau bermaksiat tanpa disertai taubat atas perbuatan tersebut.

 

#3 : Hanif, yaitu menghadap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala saja dan berpaling dari selain-Nya

Ini merupakan puncak dari perwujudan penghambaan dan ketundukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seseorang yang terjatuh dalam kesyirikan, bid’ah atau kemaksiatan, berarti di dalam dirinya terdapat sikap meninggalkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berpaling kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

#4 : Tidak termasuk bagian dari kaum musyrikin

Ini adalah bukti bahwa Ibrahim ‘alaihissalam bersih dari seluruh perilaku kaum musyrikin (orang-orang musyrik). Di antara perilaku orang musyrik, adalah mereka di samping melakukan kesyirikan adalah melakukan kebid’ahan dan kemaksiatan tanpa diiringi oleh taubat.

Dengan demikian Ibrahim ‘Alaihissalam adalah sosok manusia yang bersih dari kesyirikan, kebid’ahan dan maksiat. Maka tidak ada satu kemaksiatan pun yang pernah beliau lakukan dalam hidupnya, kecuali pasti telah ditaubati (lihat Fathul Majid, hal. 52-53 dan at-Tamhid, hal. 34-35).

 

#5 : Senantiasa bersyukur terhadap nikmat-nikmat Allah

Seseprang yang senantiasa bersyukur terhadap nikmat yang telah Allah karuniakan kepadanya, maka orang tersebut tidak akan mempergunakan nikkmat tersebut untuk melakukan kedurhakaan dalam bentuk syirik, bid’ah maupun maksiat.

 

***

 

IItulah sifat-sifat yang tercermin dari Ibrahim ‘Alaihissalam, sebagai sosok manusia yang tauhidnya bersih sebagaimana yang diterangkan dalam nash yang tegas, baik dari Al-Qur’an dan Hadits. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari sifat-sifat yang dijelaskan di atas, dan kita berdo’as semoga Allah memberikan taufik kepada kita semua untuk mewujudkan tauhid yang bersih dalam kehidupan sehari-hari hingga kita dimatikan dalam keadaan husnul khatimah, aamiin…

 

 

“Disarikan dari kitab Mutiara Faidah Kitab Tauhid – Belajar Tauhid secara Sistematis & Mudah yang ditulis oleh Ustadz Abu Isa Abdullah bin Salam hafizhahullahu ta’ala.”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *