Ahli Tauhid Terbebas dari Adzab dan Api Neraka

Ahli Tauhid Terbebas dari Adzab dan Api Neraka

Ahli Tauhid Terbebas dari Adzab dan Api Neraka – Apa maksud dari pernyataan tersebut? Simak penjelasan selengkapnya dalam artikel berikut.

Bismillah…

Dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu anhu, ia berkata,

“Aku pernah dibonceng oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas seekor keledai. Lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku :

يَامُعَاذُ ، أَتَدْرِيْ مَا حَقُّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ ، وَمَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللهِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ ؛ قَالَ : حَقُّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوْهُ وَلَا يُشْرِكُوْا بِهِ شَيْئًا ، وَحَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللهِ أَنْ لَا يُعَذِّبَ مَنْ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا. قُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ ، أَفَلَا أُبَشِّرُ النَّاسَ ؟ قَالَ : لَا تُبَشِّرْهُمْ فَيَتَّكِلُوْا

“Wahai Mu’adz! Tahukah engkau apa hak Allâh yang wajib dipenuhi oleh para hamba-Nya dan apa hak para hamba yang pasti dipenuhi oleh Allâh?’ Aku menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.’ Beliau bersabda, ‘Hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hamba-Nya ialah mereka hanya beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Sedangkan hak para hamba yang pasti dipenuhi Allah ialah sesungguhnya Allâh tidak akan menyiksa orang yang tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.’ Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah! Tidakperlukah aku menyampaikan kabar gembira ini kepada orang-orang?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Janganlah kau sampaikan kabar gembira ini kepada mereka sehingga mereka akan bersikap menyandarkan diri (kepada hal ini dan tidak beramal shalih)’.”

 

Dalam hadits muttafaqun ‘alaih, dari ‘Itban bin Malik bin ‘Amr bin Al ‘Ajlan Al Anshori, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ . يَبْتَغِى بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ

“Sesungguhnya Allah mengharamkan dari neraka, bagi siapa yang mengucapkan laa ilaha illallah (tiada sesembahan yang benar disembah selain Allah) yang dengannya mengharap wajah Allah” (HR. Bukhari no. 425 dan Muslim no. 33).

 

Yang dimaksud dengan perkataan “laa ilaaha ilallah” dalam hadits di atas adlah perkataan yang memenuhi syarat dan rukunnya, serta melaksanakan berbagai konsekuensinya. Hal ini karena dalam hadits di atas disebutkan “dengan mengharapkan (pahala melihat) wajah Allah” yang menunjukkan adanya keikhlasan. Sedangkan ikhlas merupakan salah satu syarat sah laa ilaaha ilallah. Maka barangsiapa yang mengucapkan laa ilaha ilallah dan memenuhi kriteria di atas, maka dialah ahli tauhid, dan dia pasti akan terbebas dari api neraka.

Adapun makna terbebas dari api neraka ada 2 bentuk, yakni :

  1. Bebas yang berarti tidak pernah masuk neraka sama sekali,

  2. Bebas yang berarti keluar dari api neraka setelah memasukinya terlebih dahulu.

 

Dengan demikian, ada 3 kemungkinan yang akan dihadapi oleh ahli tauhid di akhirat kelak, yaitu :

  • Menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam keadaan bersih dari seluruh dosa, maka dia langsung masuk surga tanpa hisab,

  • Menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam keadaan membawa dosa-dosa, akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuninya. Maka dia langsung masuk surga. Atau kalau ternyata timbangan tauhidnya lebih berat daripada dosa-dosanya, mka dia juga langsung masuk surga.

  • Menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam keadaan membawa dosa-dosa, akan tetapi Allah tidak mengampuninya, maka dia di-adzab di dalam neraka sesuai dengan kadar dosanya, kemudian dikeluarkan dari api neraka.

 

 

 

“Disarikan dari kitab Mutiara Faidah Kitab Tauhid – Belajar Tauhid secara Sistematis & Mudah yang ditulis oleh Ustadz Abu Isa Abdullah bin Salam hafizhahullahu ta’ala.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *