Allah Maha Mengetahui (bagian 1)

Mengamati diri kita dan juga alam semesta yang demikian indah, dan sarat dengan hikmah, dapat kan menghantarkan kepada keyakinan bahwa semua ini tidaklah tercipta dengan sendirinya. Alam semesta beserta isinya ini adalah ciptaan Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana:

سَنُرِيهِمْ ءَايَٰتِنَا فِى ٱلْءَافَاقِ وَفِىٓ أَنفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ
[1]

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu.” (QS.Fusshilat : 53)

Pengamatan pada semesta alam yang merupakan tanda-tanda ke-Esaan Allah ini, akan menghantarkan kita -bila jiwa kita bersih- kepada pengakuan: bahwa ia adalah hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaaksana. Dengan pengakuan ini, kita akan yang harus berbakti kepada-Nya.

 

وَمَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَآءَ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَٰعِبِينَ
[2]
Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi beserta segala yang ada diantara keduanya dengan bermain-main“. (QS.Al Anbiya’: 16)

Al Qurthuby menjelaskan ayat ini dengan berkata: “Tidaklah kami menciptakan langit dan bumi beserta seluruh yang ada di antara keduanya, dengan sia-sia, dan sekedar bermain-main. Kami menciptakannya guna mengingatkan manusia bahwa alam semesta ini memiliki Pencipta Yang Maha Kuasa. Pencipta Yang wajib dita’ati perintah-Nya, Dia membalas orang jahat setimpal dengan kejahatannya, demikian juga halnya dengan yang berbuat kebajikan. Kami tidaklah menciptakan alam semesta ini agar umat manusia saling menindas, sebagian dari mereka berbuat kekufuran dan sebagian lainnya melanggar perintah-Nya, lalu mereka semua mati tanpa ada pembalasan. Tidaklah kami menciptakan alam semesta agar manusia hidup bebas tanpa ada perintah untuk berbuat kebajikan dan larangan dari kekejian.(a)
(a) Tasfir Al Qurthuby 11/276.

Inilah tujuan dan manfaat utama dari mengamati alam semesta. Tidak mengherankan bila Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji orang-orang yang berhasil mencapai tujuan ini dalam firman-Nya:

 

إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ
ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
[3]
Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambi berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi, (seraya berkata): ” Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka periharalah kami dari siksa neraka.“(QS Ali Imran : 190-191.)

 

Pada ayat lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

هُوَالَّذِى خَلَقَ لَكُمْ مَافِى الأرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِفَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَبِكُلِّ شَىْءٍعَلِيمٌ

“Dia-lah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu, dan Dia berkehendak menuju langit, lalu Dia menjadikannya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui.”

Pada ayat ini Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan bahwa segala isi bumi diciptakan untuk kepentingan umat manusia. Yang demikian itu karena bumi beserta isinya berguna bagi mereka. Dalam urusan agama, bumi beserta isinya merupakan bukti nyata akan ke-Esaan Allah. Sedangkan dalam urusan dunia, bumi beserta isinya menjadi sumber kehidupan mereka dan bekal untuk menjalankan ketaatan kepada Allah dan menunaikan kewajiban agamanya.(b)
(b) Tafsir At Thabari 1/426.

Sebagaimana pada ayat ini Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mengabarkan, bahwa: Tiada suatu halpun yang tersembunyi dari Allah. Mungkinkah ada suatu hal yang tersembunyi dari-Nya, padahal Dialah Yang telah menciptakan umat manusia dan menciptakan bumi beserta isinya untuk mereka?. Sebagaimana Dia pulalah yang menciptakan tujuh langit dengan segala isinya dari uap air. Allah pasti mengetahui segala amalan manusia, baik yang mereka nampakkan atau mereka rahasiakan walaupun orang-orang munafik berusaha menampakan dengan lisannya ucapan: “Kami beriman kepada Allah dari hari akhir”, Allah pasti mengetahui isi batinnya yang mendustakan keduanya. (c)
(c) Tafsir At Thabary 1/438.

لَا يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَلَا فِى ٱلْأَرْضِ وَلَآ أَصْغَرُ مِن ذَٰلِكَ وَلَآ أَكْبَرُ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ
[4]
“Tidak ada yang tersembunyi dari Allah (meskipun) sebesar zarrah (debu) sekalipun, baik di langit atau di bumi, tidak pula yang lebih kecil dari itu dan tidak juga yang lebih besar”. (QS. Saba’: 3)

Inilah keyakinan umat Islam sepanjang sejarah, mereka meyakini bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang tardahulu atau yang akan datang, dan bahkan segala sesuatu yang tidak terjadi andai terwujud bagaimana kejadiannya.

ٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ أُنثَىٰ وَمَا تَغِيضُ ٱلْأَرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ ۖ وَكُلُّ شَىْءٍ عِندَهُۥ بِمِقْدَارٍ
[5]
عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ٱلْكَبِيرُ ٱلْمُتَعَالِ
[6]
سَوَآءٌ مِّنكُم مَّنْ أَسَرَّ ٱلْقَوْلَ وَمَن جَهَرَ بِهِۦ وَمَنْ هُوَ مُسْتَخْفٍۭ بِٱلَّيْلِ وَسَارِبٌۢ بِٱلنَّهَارِ
[7]

“Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna, dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya. Yang mengetahui segala yang ghaib dan yang nampak (lahir), Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi. Sama saja (bagi Allah), siapa diantara kamu yang menyembunyikan ucapannya dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari.”(QS Ar Ra’du: 8-10)

Pada ayat lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَأَسِرُّوا۟ قَوْلَكُمْ أَوِ ٱجْهَرُوا۟ بِهِۦٓ ۖ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ
[8]
أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ
[9]
“Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan), dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Muluk: 13-14)

 

Disalin dari :

Badri, Muhammad Arifin. 2013. Air Mata Buaya Penganut Syi’ah.

Cikarang: Rumah Ilmu.

[1] https://tafsirweb.com/9035-surat-fussilat-ayat-53.html

[2] https://tafsirweb.com/5528-surat-al-anbiya-ayat-16.html

[3] https://tafsirweb.com/37646-surat-ali-imran-ayat-190-191.html

[4] https://tafsirweb.com/7761-surat-saba-ayat-3.html

[5] https://tafsirweb.com/3968-surat-ar-rad-ayat-8.html

[6] https://tafsirweb.com/3969-surat-ar-rad-ayat-9.html

[7] https://tafsirweb.com/3970-surat-ar-rad-ayat-10.html

[8] https://tafsirweb.com/11041-surat-al-mulk-ayat-13.html

[9] https://tafsirweb.com/11042-surat-al-mulk-ayat-14.html

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *