Tips Agar Bisa Menghadirkan Hati dan Khusyu Dalam Sholat

Dalam artikel kali ini kami akan membagikan kepada antum semua sebuah tips yang apabila dilakukan dengan benar, maka insyaa Allah akan menjadikan hati kita ikut hadir ketika sholat, sehingga rasa khusyu dalam sholat bisa didapatkan dengan maksimal, yang insyaa Allah akan mendapatkan pahala sholat yang sempurna dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Apakah tips agar bisa menghadirkan hati dan khusyu dalam sholat tersebut? Penjelasan yang dijelaskan kali ini merujuk pada kitab FIQIH Taisirul ‘Alaam Syarah Umdatul Ahkam, Bab “Khusyu Dalam Sholat” (hal. 188 – 189) dengan sedikit tambahan pemaparan untuk menjelaskan secara lebih terperinci.

 

Sebab-sebab yang bisa menghadirkan hati ketika sholat

Tidak sedikit manusia yang melakukan sholat, gerakannya sesuai dengan Sunnah, bacaannya sesuai dengan Sunnah, akan tetapi hatinya berkeliaran kesana kemari, sehingga tidak hadir dalam sholat itu sendiri. Atau dengan kata lain, sholatnya tidak khusyu.

Kondisi ini tentu menjadikan sholat tetap syah, akan tetapi pahala yang didapatkan kurang sempurna, sebab Allah subhanahu wa ta’ala memberikan pahala sholat sesuai dengan tingkat ke-khusyu-annya.

Tentunya kita berharap agar sholat yang diamalkan bisa mendapatkan keridhoan dan pahala yang sempurna. Oleh karenanya, diperlukan ikhtiar maksimal untuk mewujudkannya, diantaranya dengan melakukan berbagai hal yang bisa menjadi sebab hati kita ikut hadir ketika sholat sehingga bisa khusyu dalam sholat.

Berikut adalah sebab yang bisa menghadirkan hati ketika sholat :

  1. Ber-Isti’adzah dari gangguan syaithon, meminta perlindungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dari godaan syaithon selama melakukan sholat. Ini adalah salah satu upaya untuk bertawakkal kepada Allah subhanahu wa ta’ala supaya kita bisa bertahan dari godaan syaithon.
  2. Mentadabburi bacaan sholat, dengan memahami bacaan sholat yang dibaca. Hal ini bisa membuat kita lebih konsentrasi dengan bacaan sehingga terhindar dari pikiran yang macam-macam. Saat pikiran memahami makna bacaan sholat, maka hati akan ikut hadir untuk mentadabburi maknanya. Untuk sebab ini, diperlukan ikhtiar agar bisa memahami bahasa Arab dengan baik.
  3. Meletakkan sutroh (pembatas), untuk menjaga agar orang tidak lewat di depan kita hingga batas sutroh yang telah diletakkan.
  4. Memfokuskan pandangan mata ke tempat sujud. Sebaiknya gunakan alas sholat yang polos, tidak bergambar, tidak bercorak, dan yang bisa membuat pandangan kita jadi teralihkan untuk memperhatikan gambar dan corak tersebut sehingga memalingkan perhatian terhadap sholat itu sendiri.
  5. Membebaskan diri dari perkara-perkara yang menyibukkan (penjelasan lebih lanjut tentang hal ini akan dibahas dalam sub judul selanjutnya),
  6. Menggunakan pakaian yang tidak menarik perhatian secara visual,
  7. Berusaha untuk mendapatkan ke-khusyu-an,
  8. Menghadirkan dan meyakini dalam hati, bahwa ada pahala yang sangat banyak jika kita sholat dengan khusyu, yang dengan ini akan memberikan semangat kepada diri kita untuk meraih keutamaan tersebut dan mengupayakan agar hati dan pikiran ikut hadir dalam sholat agar lebih khusyu.

Selain 8 sebab di atas, ada ikhtiar lain yang bisa dilakukan, seperti tertib dan aman dalam menyimpan barang bawaan untuk menghindari lupa, tidak menyimpan barang di saku pakaian yang dapat terjatuh saat ruku’ atau sujud, dan lain sebagainya.

 

Perkara-perkara yang akan menyibukkan ketika sholat

Pembahasan ini akan menjelaskan lebih lanjut tentang point nomor 5 pada sub judul di atas, dimana agar hati kita bisa hadir saat sholat, adalah dengan membebaskan diri dari perkara-perkara yang menyibukkan.

Apakah perkara yang menyibukkan saat sholat tersebut? Berikut penjelasannya :

 

  • Mengantuk

Manusia dianjurkan untuk membagi waktu yang Allah karuniakan untuk 3 urusan. Pertama, untuk urusan DUNIA. Kedua, untuk urusan AKHIRAT. Dan Ketiga, untuk urusan ISTIRAHAT.

Urusan istirahat ini menjadi hal penting yang harus diluangkan, karena tabi’at manusia yang butuh terhadapnya. Sebab jika manusia tidak beristirahat dengan cukup, secara sunnatullah bisa mengakibatkan hal yang tidak diinginkan seperti mengantuk, badan kurang fit, stress, metabolisme tubuh kurang prima.

Jadi, luangkan waktu beristirahat dengan niat untuk memberikan hak kepada tubuh kita, untuk menjadikan kondisi tubuh kita fit kembali sehingga saat sholat kita terbebas dari rasa kantuk, sebab mengantuk bisa menyibukkan hati dan pikiran kita dari sholat yang khusyu, dan termasuk hal yang dimakruhkan dalam sholat.

Selanjutnya, jika antum hendak sholat sunnah, tetapi dalam keadaan mengantuk berat, maka sebaiknya bebaskan dulu kantuk tersebut dengan tidur walau sejenak.

 

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا نَعَسَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ يُصَلِّى فَلْيَرْقُدْ حَتَّى يَذْهَبَ عَنْهُ النَّوْمُ ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا صَلَّى وَهُوَ نَاعِسٌ لاَ يَدْرِى لَعَلَّهُ يَسْتَغْفِرُ فَيَسُبَّ نَفْسَهُ

Jika salah seorang di antara kalian dalam keadaan mengantuk dalam shalatnya, hendaklah ia tidur terlebih dahulu hingga hilang ngantuknya. Karena jika salah seorang di antara kalian tetap shalat, sedangkan ia dalam keadaan mengantuk, ia tidak akan tahu, mungkin ia bermaksud meminta ampun tetapi ternyata ia malah mencela dirinya sendiri.” (HR. Bukhari no. 212 dan Muslim no. 786).

 

  • Keinginan makan & minum

Jika datang waktu sholat, sedangkan makanan sudah terlanjur dihidangkan dan antum dalam kondisi yang lapar dan berkeinginan besar untuk makan dan minum, maka sebaiknya tunaikan keinginan makan dan minum tersebut dan tundalah shalat, sekalipun itu shalat fardhu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ وَحَضَرَ العَشَاءُ، فَابْدَءُوا بِالعَشَاءِ

Jika shalat hampir ditegakkan (iqamah sudah dikumandangkan, pen.), sedangkan makan malam telah dihidangkan, maka dahulukanlah makan malam.” (HR. Bukhari no. 5465 dan Muslim no. 557)

Makanan yang sudah dihidangkan dalam kondisi lapar ketika datang waktu sholat adalah perkara yang menjadi udzur sholat berjama’ah. Hal ini dikarenakan tabiat manusia yang tidak akan berkonsentrasi ketika perut lapar, terlebih jika makanan sudah dihidangkan.

Oleh karenanya, bebaskan dulu hal ini agar tidak menyibukkan kita ketika sholat, yaitu dengan menyantap makanan dan minuman yang sudah dihidangkan tersebut hingga hasrat kita terpenuhi.

 

  • Keinginan buang air

Mungkin ada diantara kita yang ingin meraih keutamaan shalat berjama’ah padahal dirinya dalam keadaan berhajat untuk buang air (besar atau kecil). Mereka memaksakan untuk tetap sholat berjama’ah dan menahan hajat tersebut. Padahal, yang dianjurkan adalah untuk menunaikan hajat buang air tersebut dan menunda sholat. Dan setelah hajat terpenuhi barulah tunaikan sholat.

Keinginan atau hajat untuk buang air ini menjadi salah satu perkara yang dapat menyibukkan saat sholat, yang menyebabkan hati dan pikiran kita tertuju pada hajat yang ingin dipenuhi, sehingga sholat dilakukan dengan tidak khusyu.

Dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

لاَ صَلاَةَ بِحَضْرَةِ الطَّعَامِ وَلاَ وَهُوَ يُدَافِعُهُ الأَخْبَثَانِ

Tidak ada shalat ketika makanan telah dihidangkan, begitu pula tidak ada shalat bagi yang menahan (kencing atau buang air besar).” (HR. Muslim no. 560).

 

***

Demikianlah informasi tentang tips agar menghadirkan hati dan khusyu dalam sholat, yakni dengan melakukan sebab-sebab sebagaimana yang dijelaskan di atas, terlebih dengan membebaskan diri dari hal-hal yang dapat menyibukkan ketika sholat sebagaimana yang dipaparkan dengan lebih detail pada pembahasan di atas.

Semoga penyampaian ilmu yang sederhana ini bisa bermanfaat bagi kita semua agar bisa menghadirkan hati ketika sholat dan bisa lebih khusyu dalam sholat. Benarnya dari ilmu Allah subhanahu wa ta’ala, dan apabila ada yang salah atau keliru mohon dibenarkan, karena itu merupakan kekeliruan dan kesalahan dari kami sebagai manusia yang tidak luput dari salah dan lupa.

Wallahu ‘alam…

 

 

(Dijelaskan oleh ustadz Hary Badar bin Marwan dalam Kajian Islam Ilmiyah Rutin di Masjid Ash-Shiddiq, hari senin tanggal 02 Oktober 2017 / 13 Muharram 1439 H)

 

=============================

 

Antum merasa artikel ini bermanfaat?

Silahkan disebarkan untuk memberikan faedah kepada yang lain. Karena barangsiapa menunjukkan satu kebaikan, maka orang tersebut akan mendapatkan pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya.

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya, hadits dari sahabat Uqbah bin ‘Amr bin Tsa’labah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

3 thoughts on “Tips Agar Bisa Menghadirkan Hati dan Khusyu Dalam Sholat

  • November 1, 2018 at 3:13 pm
    Permalink

    kita berharap agar sholat yang diamalkan bisa mendapatkan keridhoan dan pahala yang sempurna. Oleh karenanya, diperlukan ikhtiar maksimal untuk mewujudkannya

    Reply
    • November 10, 2018 at 1:41 am
      Permalink

      Aamiin yaa robbal ‘aalamiin…

      Reply
  • November 18, 2018 at 4:29 pm
    Permalink

    INGIN SEKLAI SAYA KUSYUK SHOLAT, APA YA KUNCI UTAMNYA?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *